BACA, Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 27, No. 1, April 2003

PenulisArtikelAbstrak
Blasius Sudarsono Dokumentasi, Informasi dan Demokratisasi Demokratisasi sedang menjadi bahan pembicaraan dan harapan masyarakat saat sekarang. Hak atas kemerdekaan akses informasi juga mengetengah bahkan sudah disusun rancangan undang-undangnya. Apabila undang-undang akses informasi nantinya disetujui, akan menjadi kewajiban pemerintah dan lembaga negara lainya untuk menyediakan informasi khususnya dengan pelaksanaan tugas mereka. Menyediakan informasi pertanggungjawaban pelaksanaan tugas berarti melakukan dokumentasi dengan benar. Uraian ini membahas kaitan antara dokumentasi, informasi dan demokratisasi. Bagi bangsa yang budaya dokumentasinya belum dalam, rasanya kita perlu lebih awal mengenalkan kebiasaan mendokumentasikan apa-apa yang berguna sejak usia dini. Selain itu juga memulai penyadaran akan pentingnya memelihara dokumentasi keluarga.
Maria Ginting Terbitan Berseri Indonesia Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi Tulisan ini mengetengahkan sejumlah data terbitan berseri bidang ilmu perpustakaan dan informasi di Indonesia setelah tahun 1999. Data ini diperoleh dari pangkalan data ISSN di PDII-LIPI sebagai pusat nasional ISSN di Indonesia. Juga dipaparkan sejumlah permasalahan yang ada mengenai kondisi terbitan berseri ini. Diharapkan penelitian/ evaluasi lebih lanjut atas kondisi ini, sehingga mutu terbitan berseri khususnya bidang ilmu perpustakaan lebih meningkat. Juga masing-masing pihak baik pengelola terbitan berseri, PDII-LIPI sebagai pengelola ISSN untuk terbitan berseri, dan pihak-pihak lain yang terkait dapat meningkatkan kinerjanya. Selain itu, PDII-LIPI sebagai pengelola majalah BACA dapat menerbitkan majalah ini secara lebih teratur dan meningkatkan kualitasnya.
Sri Purnomowati Penampilan Majalah Ilmiah: Standar dan Penerapannya Majalah ilmiah mempunyai peran yang sangat penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan yaitu sebagai media komunikasi ilmiah. Dengan adanya globalisasi informasi, diperlukan adanya standardisasi penerbitan ilmiah. Sehubungan dengan hal itu, Indonesia telah menerbitkan standar penampilan majalah yaitu SNI 19-1950-1990, yang mengacu pada standar internasional ISO 8-1977. Standar tersebut antara lain memuat ketentuan-ketentuan mengenai informasi yang harus tercantum pada halaman sampul, halaman judul, daftar isi, halaman teks, cara menentukan judul majalah, menulis nomor majalah, volume majalah, dan lain-lain. Hasil kajian terhadap 288 judul majalah ilmiah dan semi ilmiah Indonesia menunjukkan bahwa tak satupun terbitan yang sepenuhnya memenuhi standar, dan hanya 10,42% terbitan yang mendekati standar.
Ade Kohar Studi Kelayakan Otomasi Pencatatan Majalah (Suatu Modifikasi Kardeks di PDII-LIPI) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kelayakan otomasi pencatatan penerimaan, penagihan dan penjilidan majalah di PDII-LIPI. Pengumpulan datanya dilakukan pada tahun 2002 melalui observasi terhadap sistem pencatatan majalah pada kardeks dan basis data yang ada. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui interpretasi berdasarkan pengetahuan dan informasi yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otomasi pencatatan dan pengawasan majalah sudah layak dilakukan di PDII-LIPI dengan memanfaatkan basis data majalah yang sudah ada. Data penerimaan majalah dapat dicatat di dalam ruas “catatan isi” yang sudah tercantum di dalam struktur basis data, sedangkan untuk pencatatan data penagihan dan penjilidan majalah harus dibuat dan ditambahkan ruas yang baru di dalam basis data yang sama. Sistem pencatatan dan pengawasan majalah tersebut mudah dioperasionalkan tanpa perlu mendefinisikan panjang ruas ke dalam jumlah karakter tertentu. Hal ini dikarenakan basis data majalah di PDII-LIPI menggunakan program WINISIS yang menganut sistem panjang ruas bebas tanpa batas. Setiap cantuman data majalah perlu dipelihara yang konsisten sesuai dengan dinamika penerimaan, penagihan dan penjilidan majalah. Data penerimaan, penagihan dan penjilidan majalah perlu diubah, ditambah, dimodifikasi atau dihapus dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun. Untuk modifikasi data tersebut perlu diciptakan format tampilan khusus yang dapat menampilkan suatu jajaran otoritas (authority file) berupa bibliografi majalah yang dilengkapi dengan data penerimaan, penagihan dan penjilidan majalah serta mengacu dan berurut menurut (Master File Number).
Sewaka Kendala Para Asisten Pustakawan Dunia perpustakaan pada dasarnya amat sangat luas cakupan tugasnya. Sebagai suatu bagian dan institusi yang melakukan pelayanan kepada masyarakat, perpustakaan sering juga disebut sebagai “jantungnya” universitas. Bahkan, dimata pengusaha, perpustakaan dapat dijadikan sebagai “Centre of Excellent”. Pendapat masyarakat saat ini, nampaknya sudah bergeser tentang ujud suatu perpustakaan. Semula, tidak sedikit masyarakat menilai, bahwa “sosok” sebuah perpustakaan adalah gambaran tentang rak-rak buku, meja kursi dan ruangan yang sedikit agak temaram. Dan pada sudut ruangan yang penuh rak dan buku, lagi berdebu, duduklah seorang “petugas” perpustakaan. Sebuah jabatan yang mungkin masih rada aneh didengar, hampir lima belas tahun yang lalu, yaitu “pustakawan”


Penulis : Blasius Sudarsono, Maria Ginting , Sri Purnomowati, Ade Kohar, Sewaka
ISSN : ISSN 0215-9008
Tahun Penerbitan : 2003
Penerbit : LIPI PRESS

j_baca_27_1_03ck.jpg (1 KB)

j_baca_27_1_03ck.jpg (1 KB)

Satker: PDII
This entry was posted in BACA, Jurnal Dokumentasi dan Informasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>