Budaya Korporat dan Upaya Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Perbatasan di Kabupaten Belu

Apabila sebuah masyarakat dikategorikan sebagai sebuah “korporasi sosial”, maka yang pertama harus dibayangkan adalah; di sana terdapat struktur, aturan, perangkat, nilai dan norma yang menyatukan segala komponennya, dalam satu kesatuan tidak terpisahkan. Untuk menggerakkan masyarakat, maka secara mekanik ada nilai-nilai yang bekerja, mempengaruhi dan membentuk perilaku manusia. Perkembangan individu dalam sebuah masyarakat sangat ditentukan pertama-tama oleh; nilai dan budaya di dalam keluarga, masyarakatnya (lingkungan sosial) dan tingkat pendidikan. Tiga faktor pokok ini mengakibatkan manusia dalam sebuah kebudayaan dapat dibedahkan dengan penggusung kebudayaan lainnya. Sebab ada pembeda budaya, yang banyak kali salah dipahami oleh orang dari luar lingkungan budaya itu sendiri (etik). Sehingga timbul pola pikir stereotype yang menyamaratakan segala individu dan kelompok masyarakat.

Pola pandang yang stereotype ini banyak dianut oleh penentu kebijakan negara melalui program-program pembangunannya. Pendekatan satu arah yang top down, memaksakan kehendak dan terasa bergaya militeristik diterapkan selama ini, khususnya pada era Orde Baru. Perubahan paradigma kini berangsur terjadi, di mana pendekatan dari dalam kebudayaan (emic) juga diperhatikan oleh penentu kebijakan.

Perubahan arah pembangunan yang mulai menghargai budaya lokal, akan lebih bermanfaat lagi kalau peranan, keberadaan dan fungsi budaya lokal dan tokoh-tokoh adat di Kecamatan Malaka Tengah, khususnya yang berada di lingkungan kebudayaan bekas “kerajaan” Wehali diikutsertakan dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan. Apabila dua pihak (pemerintah dan masyarakat) dengan nilai-nilainya dapat dipadukan dalam sebuah konsep yang sinergis, dengan merajut nilai budaya lokal, maka tingkat respons, rasa memiliki dan tanggungjawab pun terhadap semua program pemerintah akan tidak pernah berhenti. Sebab, salah paham akan nilai-nilai budaya korporat yang mengkristal dalam perilaku dan mentalitas masyarakat di Kecamatan Malaka Tengah, akan berdampak pada sikap apatis terhadap kebijakan pemerintah. Disinilah kontribusi dan signifikansi dari studi ini bagi perencanaan pembangunan, terutama untuk masyarakat di daerah perbatasan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.


Penulis : John Haba, Robert Siburian
Editor : Robert Siburian
ISBN : 979-799-113-x
No. Klasifikasi : 306.4
Subyek Klasifikasi : 1. Budaya korporat-Belu
Kolasi : v+107hlm; 21cm
Tahun Penerbitan : 2006
Penerbit : LIPI PRESS

Satker: PMB
This entry was posted in Buku Ilmiah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>