<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LIPI PRESS</title>
	<atom:link href="http://lipipress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lipipress.com</link>
	<description>Situs informasi karya ilmiah LIPI</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 06:54:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Teknologi Indonesia, Volume 34, No. 2,  2011</title>
		<link>http://lipipress.com/teknologi-indonesia-volume-34-no-2-2011/</link>
		<comments>http://lipipress.com/teknologi-indonesia-volume-34-no-2-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 06:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lipipress.com/?p=3070</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Hanif Fakhrurroja, Aris Munandar, Muljadi, Masno Ginting, P Sebayang, Priyo Sardjono, Nurdin Bukit, Natalita M Nursam, Lia Nilawati, Ekoputra Agung P., Dewi Nilawati, T Sembiring, Rudi Subagja, Arieyanti Dwi Astuti, Jatmiko Wahyudi, Wiharyanto Oktiawan, Mochtar Hadiwidodo, Ridwan Arief &#8230; <a href="http://lipipress.com/teknologi-indonesia-volume-34-no-2-2011/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<table id="wp-table-reloaded-id-92-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-92">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Penulis</th><th class="column-2">Artikel</th><th class="column-3">Abstrak</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">Hanif Fakhrurroja dan Aris Munandar</td><td class="column-2">PERANCANGAN E-CALIBRATION ORDER<br />
UNTUK LAYANAN JASA KALIBRASI DI UPT BPI LIPI</td><td class="column-3">Di era persaingan global yang semakin kompetitif, sebuah lembaga riset memerlukan suatu terobosan baru<br />
untuk memasarkan hasil-hasil penelitian secara cepat, tepat, murah, dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu sehingga<br />
hasil-hasil penelitian dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk menjawab permasalahan<br />
tersebut, dilakukan perancangan aplikasi e-commerce berbasis web untuk melayani jasa kalibrasi secara online<br />
yang dinamakan e-Calibration Order. Metodologi perancangan aplikasi ini menggunakan Data Flow Diagram<br />
(DFD). Tahapan-tahapannya, yaitu analisis kebutuhan sistem, perancangan Context Diagram, perancangan DFD,<br />
dan perancangan tampilan back offi ce dan front offi ce aplikasi e-Calibration Order. Hasil dari perancangan ini<br />
adalah konsep layanan jasa kalibrasi secara online, rancangan DFD, dan prototipe aplikasi e-Calibration Order</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">Muljadi, Masno Ginting, P. Sebayang, Priyo Sardjono</td><td class="column-2">PENGARUH MOLE RATIO BaO: Fe2O3 TERHADAP SIFAT FISIS<br />
DAN STRUKTUR KRISTAL DARI MAGNET PERMANEN BaO.6Fe2O3</td><td class="column-3">Telah dilakukan pembuatan magnet permanen BaO.6Fe2O3 dari bahan baku BaCl2 dan FeCl3 dengan variasi<br />
komposisi (mole ratio, n = BaO: Fe2O3 = 1: 6,2; 1: 6,0; dan 1: 5,8) melalui metode koopresipitasi dan proses sintering.<br />
Preparasi serbuk dilakukan dengan mencampur kedua bahan baku tersebut dengan aquades, diaduk menggunakan<br />
magnetic stirrer hingga larut sempurna. Larutan amonia ditambahkan sebanyak (1: 1) secara perlahan-lahan hingga<br />
larutan mencapai pH sekitar 8 dan terbentuknya endapan. Kemudian endapan tersebut disaring dan dikeringkan di<br />
dalam oven pada suhu 100oC selama 12 jam. Selanjutnya, serbuk yang telah kering dikalsinasi pada suhu 850oC<br />
selama 2 jam, dan dihaluskan dengan menggunakan mortar hingga lolos ayakan 400 mesh. Sebanyak 2% berat<br />
bahan perekat Poly Vinyl Alcohol (PVA) ditambahkan ke dalam serbuk dan kemudian dicetak kering dengan<br />
tekanan 3 ton. Dimensi sampel adalah berdiameter 22 mm dan tebal 6 mm. Proses pembakaran dilakukan menggunakan<br />
tungku listrik dengan suhu: 900,950, 1000, 1050, dan 1100OC, masing-masing pada suhu tersebut ditahan<br />
selama 2 jam. Sampel yang telah disinter kemudian dikarakterisasi sifat fi sisnya (densitas dan porositas), dianalisis<br />
struktur kristalnya dengan difraksi sinar X (XRD), sebagian sampel dimagnetisasi dan diukur histerisisnya. Dari<br />
hasil pengukuran densitas dan porositas menunjukkan bahwa kondisi optimum dicapai pada suhu sintering 1050oC<br />
dengan mole ratio n = BaO: Fe2O3 = 1: 6,2. Pada kondisi ini diperoleh densitas = 4,34 g/cm3, porositas = 3,31%,<br />
dan seluruh fase yang terbentuk adalah BaO.6Fe2O3. Hasil pengukuran sifat magnet menunjukkan bahwa untuk<br />
sampel n = BaO: Fe2O3 = 1: 6,2 memiliki Hr = 3650 Gauss, dan Hc = 600 kA/m.</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">Nurdin Bukit</td><td class="column-2">SIFAT MEKANIK DAN MIKROSTRUKTUR DARI CAMPURAN<br />
RESIPRENE 35 DAN HIGH DENSITY POLYETHILENE</td><td class="column-3">Telah dilakukan penelitian sifat mekanik (kekuatan tarik, kekuatan lentur) dan morfologi dari bahan campuran<br />
karet alam resiprene-35 produksi PTPN III Industri Karet Nusantara Sei Banban Sumatra Utara dan bahan<br />
termoplastik jenis HDPE. Metode pencampuran yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara,<br />
pertama resiprene-35 dilarutkan dengan toluene, kedua resiprene dihaluskan dengan ukuran 100 mesh. Kedua<br />
metode dicampur dengan HDPE dengan komposisi (10:90)wt%, (15:85)wt%, dan (20:80)wt%. Dari hasil penelitian<br />
diperoleh sifat mekanik (kekuatan tarik, kekuatan lentur) yang lebih baik terdapat pada pencampuran HDPE dengan<br />
resiprene-35 yang dilarutkan dengan toluene dibandingkan dengan campuran HDPE dan resiprene-35 berukuran<br />
100 mesh, komposisi terbaik diperoleh pada komposisi (15:85)%wt. Demikian juga hasil analisis morfologi pada<br />
proses pencampuran HDPE dan resiprene-35 yang dilarutkan toluene distribusi partikelnya lebih homogen dibanding<br />
dengan resiprene-35 berukuran 100 mesh.</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">Natalita M. Nursam, Lia Muliani, dan Jojo Hidayat</td><td class="column-2">ANALISIS PENGARUH UKURAN FOTOAKTIF TIO2<br />
DAN ENKAPSULASI PADA SEL SURYA JENIS DYE-SENSITIZED<br />
UNTUK KONVERSI ENERGI MATAHARI</td><td class="column-3">Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh dimensi lapisan fotoaktif TiO2 terhadap parameter elektrik<br />
sel surya jenis dye-sensitized (DSSC). Selain itu, juga dilakukan analisis terhadap pemilihan material enkapsulasi<br />
yang berupa glass frit untuk memonitor kestabilan jangka panjang sel surya DSSC tersebut. Kedua faktor tersebut<br />
merupakan fokus utama penelitian ini karena terkait erat dengan desain maupun fabrikasi modul surya DSSC untuk<br />
tujuan komersialisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampel dengan luas total area fotoaktif berukuran<br />
2x2 cm2 menghasilkan arus keluaran yang paling tinggi (dengan kerapatan 3.45 mA/cm2) dibanding sampel lain<br />
yang berukuran lebih kecil. Akan tetapi, data pengukuran jangka panjang menunjukkan bahwa fi ll factor sampel<br />
berukuran 2x2 cm2 tersebut lebih cenderung terdegradasi oleh waktu dibanding sampel lainnya. Sementara itu,<br />
data hasil pengukuran karakteristik I-V secara berkala juga mengindikasikan bahwa glass frit merupakan material<br />
cukup sesuai untuk diaplikasikan sebagai sealer pada enkapsulasi DSSC sehingga merupakan kandidat material<br />
yang cukup menjanjikan untuk diaplikasikan pada modul surya DSSC.</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">Ekoputra Agung P., Dewi Nilawati, dan T. Sembiring</td><td class="column-2">PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK PERTANIAN<br />
SECARA ANAEROB DENGAN DIGESTER SISTEM DUA FASE</td><td class="column-3">Limbah organik pertanian umumnya memiliki nilai COD yang tinggi, sulit diurai secara aerobik sehingga<br />
lebih efektif diurai secara anaerob. Proses pencernaan anaerob memerlukan kondisi tertentu, dan sangat tergantung<br />
pada faktor lingkungan, menyangkut C/N ratio, suhu, keasaman (pH) dan macam atau tipe digester. Digester fase<br />
tunggal, seperti pada umumnya, menggabungkan proses penguraian limbah dengan produksi biogas ke dalam satu<br />
reaktor. Digester dua fase pada dasarnya memisahkan proses awal pengolahan anaerob yang meliputi hidrolisis<br />
dan acidogenesis, dan proses pembentukan biogas (metanaogenesis) ke dalam dua reaktor yang berbeda. Digester<br />
fase tunggal umumnya menghasilkan biogas dengan kandungan metana 45–60% atau setara dengan 1.000 British<br />
Termal Unit (BTU) atau 252 Kcal/0.028 m3. Indonesia memiliki limbah organik pertanian yang sangat besar,<br />
dengan demikian biogas dapat digunakan secara maksimal sebagai sumber energi alternatif. Dalam eksperimen<br />
ini, ingin diketahui seberapa efektifnya reaktor anaerob sistem dua fase, mengolah limbah organik pertanian. Hasil<br />
dari eksperimen ini diketahui sistem dua fase dapat mengolah dan menguraikan 90% beban pencemaran organik<br />
(COD), masing-masing 32% pada reaktor fase satu dan 58% pada reaktor fase dua. Biogas total yang dihasilkan<br />
sebanyak 1.100 liter selama dua bulan percobaan.</td>
	</tr>
	<tr class="row-7 odd">
		<td class="column-1">Rudi Subagja</td><td class="column-2">PEMISAHAN ION KOBAL DARI LARUTAN NIKEL KLORIDA<br />
DENGAN CARA SOLVENT EKSTRAKSI</td><td class="column-3">Pada penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk memisahkan ion kobal dari larutan nikel klorida yang<br />
mengandung ion kobal dengan cara solvent ekstraksi menggunakan pelarut organik Tri Normal Oktil Amin (TNOA).<br />
Percobaan dilakukan dalam skala laboratorium, dengan cara mencampurkan larutan nikel klorida yang mengandung<br />
ion kobal dengan TNOA dalam labu pemisah. Campuran larutan kemudian dikocok untuk periode waktu tertentu.<br />
Setelah itu TNOA dipisahkan dari larutan nikel klorida dengan cara dekantasi. Kandungan ion nikel dan kobal yang<br />
terdapat dalam larutan kemudian dianalisis dengan menggunakan “Atomic absorption spectrophotometry” (AAS).<br />
Variable percobaan yang diamati meliputi waktu pengocokan dari 30 menit sampai dengan 120 menit, pH larutan<br />
dari 2 sampai dengan 4, kecepatan pengocokan dari 20 putaran per menit (rpm) sampai dengan 80 rpm serta perbandingan<br />
volume larutan nikel klorida yang mengandung ion kobal terhadap TNOA (A/O) dari 1 sampai dengan<br />
4. Variabel percobaan tersebut diamati pengaruhnya terhadap persen ekstraksi kobal dari larutan nikel klorida oleh<br />
TNOA. Hasil percobaan memperlihatkan 98,35% kobal dapat diekstrak oleh TNOA dari larutan nikel klorida pada<br />
temperatur kamar, perbandingan A/O sama dengan 1, pH larutan sama dengan 3, kecepatan pengocokan 60 rpm,<br />
dan waktu pengocokan 30 menit.</td>
	</tr>
	<tr class="row-8 even">
		<td class="column-1">Arieyanti Dwi Astuti, Jatmiko Wahyudi,<br />
Wiharyanto Oktiawan, dan Mochtar Hadiwidodo</td><td class="column-2">PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN<br />
LIMBAH LOGAM TEMBAGA (CU2+)</td><td class="column-3">Salah satu cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat adanya limbah yang mengandung tembaga<br />
adalah dengan proses adsorpsi. Sekam padi dapat diproses menjadi abu yang selanjutnya dapat digunakan sebagai<br />
adsorben untuk menurunkan konsentrasi tembaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan<br />
abu sekam padi pada proses adsorpsi Cu(II). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kinetika dan isoterm<br />
adsorpsi yang cocok digunakan. Penelitian dilakukan secara batch dengan mereaksikan adsorben dengan larutan<br />
CuSO4.5H2O. Massa adsorben divariasikan 10 gram, 20 gram, dan 30 gram. Hasil penelitian menunjukkan penurunan<br />
konsentrasi Cu(II) terbesar 87,8% terjadi pada perlakuan dengan menggunakan adsorben 30 gram. Persamaan<br />
isoterm adsorpsi yang cocok digunakan, yaitu model Freundlich. Persamaan kinetika adsorpsi cenderung menggunakan<br />
kinetika adsorpsi orde dua semu</td>
	</tr>
	<tr class="row-9 odd">
		<td class="column-1">Ridwan Arief Subekti</td><td class="column-2">ANALISIS COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)<br />
PADA BERBAGAI PEMODELAN CASING TURBIN AIR<br />
TIPE PROPELLER</td><td class="column-3">Sebelum membuat prototipe mesin fl uida seperti turbin air, analisis Computational Fluid Dynamics (CFD)<br />
dilakukan terhadap model mesin tersebut. Analisis tersebut dilakukan terhadap beberapa model casing turbin air tipe<br />
propeller. Casing turbin yang dianalisis berbentuk elbow dengan sudut α = 20°, 30°, 45°, dan 60°. Tujuan analisis<br />
ini adalah mengetahui performa, efi siensi, dan karakteristik fl uida yang mengalir di dalam casing turbin sehingga<br />
kita dapat menentukan bentuk casing yang terbaik. Dari hasil analisis CFD diketahui bahwa penurunan tekanan<br />
terkecil terjadi pada casing turbin berbentuk elbow dengan sudut α = 20° yang memiliki efi siensi 98,93%. Penurunan<br />
tekanan terbesar terjadi pada casing turbin berbentuk elbow dengan sudut α = 45° yang memiliki efi siensi 98,34%.</td>
	</tr>
</tbody>
</table>
<br />
<hr />Penulis : Hanif Fakhrurroja, Aris Munandar, Muljadi, Masno Ginting, P Sebayang, Priyo Sardjono, Nurdin Bukit, Natalita M Nursam, Lia Nilawati, Ekoputra Agung P., Dewi Nilawati, T Sembiring, Rudi Subagja, Arieyanti Dwi Astuti, Jatmiko Wahyudi, Wiharyanto Oktiawan, Mochtar Hadiwidodo, Ridwan Arief Subekti<br />
<br />Dewan redaksi : Tarzan sembiring, Moch Ichwan, Dyah Hardini, Goib Wiranto, Adiseno, Tigor Nauli, Elan Djaelani, Linar Z Udin, Adrin Tohari, Fauzan A, Fatimah ZS Padmadinata, Masno Ginting, Rudi Subagja, Sarwintyas Prahastuti, Siti Kania Kushadiani, Nanik Supriyanti, Euis, Junaedi Mulawardana<br />ISSN : 0126-1533<br />Tahun Penerbitan : 2011<br />Penerbit : LIPI PRESS
<p><a href="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf/3070/TI34-2-2011.jpg">TI34-2-2011.jpg (10 KB)</a></p>
<p><a href="http://lipipress.com/?attachment_id=3078"><img src="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf//3070/TI34-2-2011-150x150.jpg" alt="TI34-2-2011.jpg (10 KB)" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lipipress.com/teknologi-indonesia-volume-34-no-2-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Politik Ekologi Pengelolaan Taman Nasional Era Otda</title>
		<link>http://lipipress.com/politik-ekologi-pengelolaan-taman-nasional-era-otda/</link>
		<comments>http://lipipress.com/politik-ekologi-pengelolaan-taman-nasional-era-otda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 06:45:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lipipress.com/?p=3056</guid>
		<description><![CDATA[Buku Politik Ekologi: Pengelolaan Taman Nasional dalam Era Otda adalah produk hasil penelitian lapangan yang signifikan, karena dapat mewawancarai mengenai isu konservasi hutan dan biodiversity serta pemberdayaan ekonomi dan sosial berbagai stakeholders yang terlibat dalam pengelolaan taman nasional, baik dari &#8230; <a href="http://lipipress.com/politik-ekologi-pengelolaan-taman-nasional-era-otda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku Politik Ekologi: Pengelolaan Taman Nasional dalam Era Otda adalah produk hasil penelitian lapangan yang signifikan, karena dapat mewawancarai mengenai isu konservasi hutan dan biodiversity serta pemberdayaan ekonomi dan sosial berbagai stakeholders yang terlibat dalam pengelolaan taman nasional, baik dari pemerintah pusat (Kementerian Kehutanan), dukungan pemerintah daerah, Balai Taman Nasional (daerah), akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik domestik dan luar negeri, dan masyarakat lokal. Untuk itu, buku ini menarik untuk dibaca bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih jauh tentang taman nasional dari perspektif yang berbeda, dari beberapa buku atau tulisan yang pernah dibuat selama ini.</p>
<p>Ir. Herman Prayudi, M.Sc.<br />
Koordinator Bidang Hutan Alam dan Hutan<br />
Tanaman APHI, Jakarta</p>
<hr />Penulis : Herman Hidayat, John Haba, Robert Siburian<br />Editor : Herman Hidayat<br />ISBN : 978-979-461-792-2<br />No. Klasifikasi : 581.7<br />Subyek Klasifikasi : 1. Ekologi. 2. Taman<br />Kolasi : viii+306hlm; 17,5x25cm<br />Tahun Penerbitan : 2011<br />Penerbit : LIPI PRESS
<p><img src="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf/3056/politikekologi.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lipipress.com/politik-ekologi-pengelolaan-taman-nasional-era-otda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Across Orders: Arus Bawah Sejarah Bangsa (1930-1960)</title>
		<link>http://lipipress.com/indonesia-across-orders-arus-bawah-sejarah-bangsa-1930-1960/</link>
		<comments>http://lipipress.com/indonesia-across-orders-arus-bawah-sejarah-bangsa-1930-1960/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 06:32:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lipipress.com/?p=3042</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana masyarakat Indonesia melalui peralihan politik yang fundamental selama lebih kurang 30 tahun (1930-1960)? Apakah realitas sosial sesungguhnya ketika garis besar berkisar tentang masa kolonial yang sedang menaik, kemudian seakan-akan mendadak diganti oleh penduduk Jepang, yang tanpa sengaja membuka celah &#8230; <a href="http://lipipress.com/indonesia-across-orders-arus-bawah-sejarah-bangsa-1930-1960/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana masyarakat Indonesia melalui peralihan politik yang fundamental selama lebih kurang 30 tahun (1930-1960)? Apakah realitas sosial sesungguhnya ketika garis besar berkisar tentang masa kolonial yang sedang menaik, kemudian seakan-akan mendadak diganti oleh penduduk Jepang, yang tanpa sengaja membuka celah sejarah bagi meletusnya revolusi nasional?</p>
<p>Dan bagaimana pula ketika rasionalitas kemerdekaan telah bermain setelah pekikan &#8220;merdeka atau mati&#8221; dikumandangkan dan kemudian demokrasi parlementer yang penuh harapan, tetapi dikecewakan oleh ketidakstabilan politik yang harus dilalui?</p>
<p>Apakah yang terjadi di bawah semboyan dan slogan politik yang &#8220;serba revolusioner&#8221; ketika dunia secara ideologis telah dibagi atas dua kekuatan yang saling bertentangan, New Emerging Forces dan Old Established Force? Apakah masyarakat bawah terlarut dalam arus besar sejarah itu ataukah sesungguhnya ada lapisan-lapisan realitas yang berbeda? Dengan kata lain, bagaimanakah dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspeknya dalam amsa tiga puluh tahun yang penuh pergolakan?<br />
<hr />Penulis : Sarkawi B Husein, Radjimo Sastro Wijono, Asep Suryana, Restu Gunawan, La Ode Rabani, Tri Chandra Aprianto, Tanti Restiasih Skober, M Alie Humaedi, Undri, Amurwani Dwi L, Lamijo, nasrul Hamdani, Yenny Narny<br />Editor : Taufik Abdullah, Sukri Abdurrachman<br />ISBN : 978-979-799-566-9<br />No. Klasifikasi : 930<br />Subyek Klasifikasi : 1. Sejarah Bangsa. 2. Indonesia<br />Kolasi : xxxviii+472hlm; 17,6x25cm<br />Tahun Penerbitan : 2011<br />Penerbit : LIPI PRESS
<p><img src="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf/3042/indonesiaaccrossorders.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lipipress.com/indonesia-across-orders-arus-bawah-sejarah-bangsa-1930-1960/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percepatan Pendaftaran Tanah Pertama Kali</title>
		<link>http://lipipress.com/percepatan-pendaftaran-tanah-pertama-kali/</link>
		<comments>http://lipipress.com/percepatan-pendaftaran-tanah-pertama-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 08:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lipipress.com/?p=3028</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka mempercepat pelaksanaan pendaftaran tanah, Pemerintah menyempurnakan Peraturan Pemerintah No. 10/1961 dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 24/1997. Di mana diperkirakan terdapat 85 juta bidang tanah di Indonesia yang perlu didaftar, dan baru terdaftar sekitar 38,662,620 atau 45,49%. Sisanya belum &#8230; <a href="http://lipipress.com/percepatan-pendaftaran-tanah-pertama-kali/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka mempercepat pelaksanaan pendaftaran tanah, Pemerintah menyempurnakan Peraturan Pemerintah No. 10/1961 dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 24/1997. Di mana diperkirakan terdapat 85 juta bidang tanah di Indonesia yang perlu didaftar, dan baru terdaftar sekitar 38,662,620 atau 45,49%. Sisanya belum terdaftar sekitar 46,337,380 bidang atau 54,51%.</p>
<p>Tidak heran apabila pendaftaran tanah pertama kali tidak dapat berjalan dengan cepat, karena lemahnya daya dukung internal dan eksternal Kantor Pertanahan Kabupaten dan Kota.</p>
<p>Buku ini akan membahas sebagai permasalahan terkait dengan daya dukung percepatan pendaftaran tanah pertama kali di beberapa Knator Pertanahan Kabupaten dan Kota, antara lain: 1) Internal Kantor Pertanahan: i) sumber daya manusia (SDM/Juru Ukur); ii) sarana dan prasaranan. 2) Eksternal kantor pertanahan: i) Geografi wilayah dalam hubungannya dengan aksesibilitas, ii) Kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mendaftarkan tanah yang dikuasainya. 3) Strategi percepatan pendaftaran tanah pertama kali.<br />
<hr />Penulis : Ratna Djuita<br />Editor : DR. Risnanto<br />ISBN : 978-979-799-671-0<br />No. Klasifikasi : 333<br />Subyek Klasifikasi : 1. Tanah. 2. Pendaftaran<br />Kolasi : viii+59hlm; 14,8x21cm<br />Tahun Penerbitan : 2011<br />Penerbit : LIPI PRESS
<p><img src="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf/3028/percepatan-pendaftaran.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lipipress.com/percepatan-pendaftaran-tanah-pertama-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penataan Pertanahan di Kawasan Pertambangan</title>
		<link>http://lipipress.com/penataan-pertanahan-di-kawasan-pertambangan/</link>
		<comments>http://lipipress.com/penataan-pertanahan-di-kawasan-pertambangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 07:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lipipress.com/?p=3014</guid>
		<description><![CDATA[Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah oleh masyarakat secara normatif perlu Penataan seperti yang diatur dalam UUPA, dan dilaksanakan oleh BPN-RI. Anatara lain: 1)Penataan pertanahan melalui program Reforma Agraria, untuk penyediaan akan tanah dengan terus mencari sumber-sumber Objek Reforma Agraria, &#8230; <a href="http://lipipress.com/penataan-pertanahan-di-kawasan-pertambangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah oleh masyarakat secara normatif perlu Penataan seperti yang diatur dalam UUPA, dan dilaksanakan oleh BPN-RI. Anatara lain: 1)Penataan pertanahan melalui program Reforma Agraria, untuk penyediaan akan tanah dengan terus mencari sumber-sumber Objek Reforma Agraria, salah satu adalah tanah-tanah bekas kawasan pertambangan.</p>
<p>Buku ini akan menggambarkan dan membahas bagaimana peranan BPN-RI dalam penataan pertanahan berdasarkan tipologi kawasan pertambangan. Oleh karenanya buku ini pastut dibaca karena terkait dengan kebijakan dan kewenangan beberapa instansi pemerintah yang saling melengkapi sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan juga ada yang saling berbenturan sehingga mengakibatkan lemahnya posisi masyarakat.<br />
<hr />Penulis : Ratna Djuita<br />Editor : DR. Risnanto<br />ISBN : 978-979-799-672-7<br />No. Klasifikasi : 333<br />Subyek Klasifikasi : 1. Tanah. 2. Penataan. 3. Pertambangan<br />Kolasi : viii+56 hlm; 14,8x21cm<br />Tahun Penerbitan : 2011<br />Penerbit : LIPI PRESS
<p><img src="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf/3014/Penataan-pertanahan.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lipipress.com/penataan-pertanahan-di-kawasan-pertambangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alih Fungsi Penggunaan Tanah Sawah ke Non-Sawah di Beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia</title>
		<link>http://lipipress.com/alih-fungsi-penggunaan-tanah-sawah-ke-non-sawah-di-beberapa-kabupatenkota-di-indonesia/</link>
		<comments>http://lipipress.com/alih-fungsi-penggunaan-tanah-sawah-ke-non-sawah-di-beberapa-kabupatenkota-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 07:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lipipress.com/?p=3000</guid>
		<description><![CDATA[Kebijakan pembangunan industri telah berdampak pada kebijakan pembangunan pertanian, di mana terlihat adanya alih fungsi penggunaan tanah sawah ke nonsawah, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa akibat dari pembangunan industri berlokasi pada tanah pertanian, khusunya tanah sawah. &#8230; <a href="http://lipipress.com/alih-fungsi-penggunaan-tanah-sawah-ke-non-sawah-di-beberapa-kabupatenkota-di-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebijakan pembangunan industri telah berdampak pada kebijakan pembangunan pertanian, di mana terlihat adanya alih fungsi penggunaan tanah sawah ke nonsawah, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa akibat dari pembangunan industri berlokasi pada tanah pertanian, khusunya tanah sawah.</p>
<p>Pembaca akan dapat mengetahui dari buku ini, mengenai faktor-faktor penyebab alih fungsi, antara lain (i) Belum dipatuhinya larangan alih fungsi tanah pertanian beririgasi teknis; (ii) Belum ada koordinasi kebijakan antara institusi terkait; (iii) Izin lokasi yang diberikan Pemda belum berdasarkan Perda tata ruang daerah dan zonasi wilayah; (iv) Izin perubahan penggunaan tanah kantor pertanahan tidak menjadi pedoman Pemda, serta (v) langkah-langkah yang harus dilakukan di masa yang akan datang terkait dengan pengendalian alih fungsi tanah sawah ke nonsawah.<br />
<hr />Penulis : Ratna Djuita<br />Editor : DR. Risnanto<br />ISBN : 978-979-799-669-7<br />No. Klasifikasi : 333<br />Subyek Klasifikasi : 1. Tanah Sawah. 2. Alih Fungsi<br />Kolasi : viii+50hlm; 14,8x21cm<br />Tahun Penerbitan : 2011<br />Penerbit : LIPI PRESS
<p><img src="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf/3000/alih-fungsi.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lipipress.com/alih-fungsi-penggunaan-tanah-sawah-ke-non-sawah-di-beberapa-kabupatenkota-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Kebijakan Hak Pengelolaan Atas Tanah dan Permasalahannya</title>
		<link>http://lipipress.com/perkembangan-kebijakan-hak-pengelolaan-atas-tanah-dan-permasalahannya/</link>
		<comments>http://lipipress.com/perkembangan-kebijakan-hak-pengelolaan-atas-tanah-dan-permasalahannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 07:36:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lipipress.com/?p=2986</guid>
		<description><![CDATA[Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) menciptakan bermacam-macam hak atas tanah yang terdiri dari: a) Hak Milik, b) Hak Guna Usaha, c) Hak Guna Bangunan, d) hak Pakai, e) hak Sewa, f) Hak membuka hutan, g) hak memungut &#8230; <a href="http://lipipress.com/perkembangan-kebijakan-hak-pengelolaan-atas-tanah-dan-permasalahannya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) menciptakan bermacam-macam hak atas tanah yang terdiri dari: a) Hak Milik, b) Hak Guna Usaha, c) Hak Guna Bangunan, d) hak Pakai, e) hak Sewa, f) Hak membuka hutan, g) hak memungut hasil hutan, h) Hak-hak lain yang tidak termasuk dalam hak-hak tersebut diatas yang akan di tetapkan dengan undang-undang serta hak-hak yang sifatnya sementara.</p>
<p>Selain hak-hak atas tanah di atas, dalam praktik di luar UUPA dikenal adanya Hak Pengelolaan (HPL). HPL dikonsepsikan sebagai Hak Menguasai dari Negara (HMN) yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemenangnya. Namun, dalam pemanfaatan HPL oleh pemegang HPL cenderung komersialisme (provit oriented). tidak heran apabila muncul problematika dalam pemanfaatan HPL.</p>
<p>Buku ini memaparkan: 1) Perkembangan kebijakan HPL, 2) Perkembangan makna HPL dan permasalahannya, serta 3) Langkah-langkah yang harus di ambil dalam mendudukkan makna HPL sebagai HMN yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemenangnya.<br />
<hr />Penulis : Ratna Djuita<br />Editor : DR. Risnanto<br />ISBN : 978-979-799-670-3<br />No. Klasifikasi : 333<br />Subyek Klasifikasi : 1. Tanah. 2. Kebijakan. 3. Hak Pengelolaan<br />Kolasi : viii+72hlm; 14,8x21cm<br />Tahun Penerbitan : 2011<br />Penerbit : LIPI PRESS
<p><img src="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf/2986/perkembangan-kebijakan.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lipipress.com/perkembangan-kebijakan-hak-pengelolaan-atas-tanah-dan-permasalahannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JURNAL TEKNOLOGI INDONESIA , VOL. 34 Edisi Khusus, 2011</title>
		<link>http://lipipress.com/jurnal-teknologi-indonesia-vol-34-edisi-khusus-2011/</link>
		<comments>http://lipipress.com/jurnal-teknologi-indonesia-vol-34-edisi-khusus-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 04:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lipipress.com/?p=2975</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Septi Nur Hayati, Hendra Herdian, Ema Damayanti, Lusty Istiqomah, dan Hardi Julendra, Indriani Ekasari, Erlin Rachman, Eka Fatmawati Tihurua, &#8220;Ida Bagus Wayan Gunam, Ni Made Wartini, Anak Agung Made Dewi Anggreni, Pande Made Suparyana, Sita Heris Anita, Triyani &#8230; <a href="http://lipipress.com/jurnal-teknologi-indonesia-vol-34-edisi-khusus-2011/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<table id="wp-table-reloaded-id-91-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-91">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Penulis</th><th class="column-2">Artikel</th><th class="column-3">Abstrak</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">Septi Nur Hayati, Hendra Herdian, Ema Damayanti,<br />
Lusty Istiqomah, dan Hardi Julendra</td><td class="column-2">PROFIL ASAM AMINO EKSTRAK CACING TANAH<br />
(LUMBRICUS RUBELLUS) TERENKAPSULASI<br />
DENGAN METODE SPRAY DRYING</td><td class="column-3">Antibiotik pada ternak unggas banyak digunakan sebagai pemacu pertumbuhan dan antiinfeksi. Antibiotik<br />
yang digunakan terus-menerus dalam waktu lama dapat menyebabkan mikroba resisten. Berbagai upaya dilakukan<br />
untuk mencari pengganti antibiotik seiring meningkatnya kecenderungan akan permintaan produk peternakan yang<br />
sehat, aman dan bebas dari residu berbahaya. Salah satunya dengan pemanfaatan cacing tanah (Lumbricus rubellus)<br />
yang mengandung protein tinggi dan asam amino lengkap. Cacing tanah diekstraksi ke dalam bentuk ekstrak air<br />
dengan metode dekokta. Bentuk ekstrak air masih memiliki kelemahan. Maka perlu dilakukan formulasi ke dalam<br />
bentuk sediaan padat yang lebih stabil, reprodusibel, dan praktis. Formulasi yang dipilih adalah enkapsulasi dengan<br />
teknik spray drying. Evaluasi kualitas imbuhan pakan dapat dilihat dari nilai biologisnya. Nilai biologis berkorelasi<br />
positif dengan keseimbangan asam amino atau nilai indek asam amino (Essential Amino Acid Index/EAAI). Hasil<br />
penelitian menunjukkan ekstrak cacing tanah (ECT) mempunyai kandungan asam amino, baik esensial maupun<br />
nonesensial lebih tinggi dibandingkan tepung cacing tanah (TCT) dan ekstrak cacing tanah terenkapsulasi (ECT-e).<br />
Asam amino esensial tertinggi pada TCT, yaitu isoleusin (3,14%), pada ECT, yaitu lisin (8,16%), dan pada ECT-e,<br />
yaitu leusin (1,71%). Asam amino nonesensial tertinggi pada TCT dan ECT-e adalah asam glutamat, masing-masing<br />
7,67% dan 1,87%, sedangkan ECT adalah serin (14,52%). Tingginya nilai IAAE pada ECT menunjukkan bahwa<br />
ekstraksi menghasilkan keseimbangan asam amino yang lebih baik (69,87%) dibandingkan TCT (58,67%), sedangkan<br />
nilai IAAE pada ECT-e menunjukkan bahwa tingkat imbangan asam amino esensial lebih rendah (16,05%)<br />
dibandingkan TCT (69,87%) dan ECT (58,67%).</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">Indriani Ekasari</td><td class="column-2">TEKNIK PERBANYAKAN KIJIWO<br />
(EUCHRESTA HORSFIELDII (LESCH.) BENN.)<br />
MELALUI STEK PUCUK</td><td class="column-3">Upaya penyelamatan spesies tanaman asli Indonesia Kijiwo (Euchresta horsfi eldii (Lesch.) Benn.) belum<br />
sepenuhnya dilakukan. Kijiwo merupakan spesies tanaman yang hidup di pegunungan dataran tinggi basah denga n<br />
sebaran mengelompok dan memiliki potensi sebagai obat. Hasil perbanyakan Kijiwo secara generatif sangat sulit<br />
didapatkan sehingga perbanyakan vegetatif melalui teknik perbanyakan stek pucuk perlu dilakukan. Tujuan penelitian<br />
ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan stek pucuk Kijiwo dan mengetahui pengaruh zat pengatur<br />
tumbuh pada pembentukan akar stek pucuk. Penelitian dilakukan di pembibitan Kebun Raya Cibodas selama kurang<br />
lebih lima bulan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok dengan dua blok sebagai<br />
ulangan. Setiap blok berisi 45 polytube (satu rangkaian potray) dengan lima perlakuan zat pengatur tumbuh (kontrol,<br />
IAA, IBA, NAA, dan Rootone F) dengan sembilan kali ulangan. Penyiraman dilakukan setiap tiga hari dan<br />
pengamatan pertumbuhan akar dilakukan setiap bulan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah<br />
akar, panjang akar, berat basah akar, dan berat kering akar dari stek pucuk tanaman Kijiwo. Data yang diperoleh<br />
dianalisis menggunakan piranti lunak R.2.12.2 dengan two-way ANOVA. Studi ini menunjukkan persentase hidup<br />
stek pucuk sebesar 98,89%. Penggunaan zat pengatur tumbuh tidak berpengaruh secara nyata terhadap keempat<br />
parameter yang diamati (P>0,05). Adapun perlakuan blok hanya berpengaruh nyata terhadap parameter berat basah<br />
akar (P<0,05).</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">Erlin Rachman dan Eka Fatmawati Tihurua</td><td class="column-2">PERTUMBUHAN IN VIVO BULUH SERBUK SARI<br />
DALAM STIGMA GINSENG JAWA (TALINUM TRIANGULARE)<br />
PASCA PENYERBUKAN BUATAN: EFEK DONOR SERBUK SARI</td><td class="column-3">Serbuk sari Ginseng Jawa (Talinum triangulare Wild) dikecambahkan secara in vivo pada stigma bunganya<br />
dengan tiga macam perlakuan berdasarkan donor serbuk sari untuk mengetahui level perkecambahan dan<br />
kemungkinan adanya pengaruh asal serbuk sari. Kuncup bunga dicuplik sesaat sebelum bunga mekar dan dibiarkan<br />
mekar sendiri dalam laboratorium. Penyerbukan buatan dilakukan secara langsung pada saat bunga mekar penuh<br />
dengan empat macam waktu inkubasi 5, 10, 15, dan 20 menit. Penelitian dilakukan dua kali dengan interval waktu<br />
satu bulan antara November dan Desember 2008. Perbedaan kecepatan pertumbuhan memanjang buluh serbuk<br />
sari yang nyata, hanya terlihat antara stigma yang diserbuki oleh serbuk sari yang berasal dari bunga-bunga yang<br />
bertetangga dalam individu yang sama dengan stigma yang diserbuki oleh pollen dari individu pohon yang lain.<br />
Derajat perkecambahan dan laju pertumbuhan buluh serbuk sari yang tertinggi diperlihatkan perlakuan penyerbukan<br />
buatan dengan memakai serbuk sari yang berasal dari bunga-bunga yang bertetangga dalam individu yang sama<br />
yang disebut geitonogami (54.84% dan 9.081 μm per menit), kedua tertinggi diperlihatkan oleh serbuk sari berasal<br />
dari bunga yang sama disebut autogami (45,92% dan 6,806 μm per menit), dan terendah ditunjukkan oleh serbuk<br />
sari yang berasal dari individu lainnya disebut exogami (39,61% dan 3,525 μm per menit). Stagnasi pertumbuhan<br />
buluh serbuk sari dalam menit pertama inkubasi pasca penyerbukan exogami mungkin bisa dihubungkan dengan<br />
proses adaptasi.</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">Ida Bagus Wayan Gunam, Ni Made Wartini, Anak Agung Made Dewi Anggreni<br />
dan Pande Made Suparyana</td><td class="column-2">DELIGNIFIKASI AMPAS TEBU DENGAN LARUTAN NATRIUM<br />
HIDROKSIDA SEBELUM PROSES SAKARAIFIKASI SECARA<br />
ENZIMATIS MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE KASAR<br />
DARI ASPERGILLUS NIGER FNU 6018</td><td class="column-3">Selulosa merupakan sumber daya terbarukan yang paling banyak, dan telah mendapat banyak perhatian sebagai<br />
sumber energi potensial dan karbon untuk memproduksi produk yang bermanfaat seperti glukosa, etanol dan bahan<br />
bakar. Kemungkinan mengkonversi selulosa ampas tebu secara enzimatis menjadi glukosa, setelah mengendurkan<br />
struktur kimia yang kompleks menjadi struktur primer dengan menggunakan sodium hidroksida telah dipelajari.<br />
Ampas tebu direndam dalam sodium hidroksida 6% selama 12 jam pada suhu kamar. Perlakuan ini dapat melonggarkan<br />
beberapa struktur berkas selulosa ditunjukkan dengan terlepasnya lignin dan hemiselulosa, masing-masing<br />
sampai 32,11 dan 42,87%, dan nilai retensi air yang tinggi 15,90 (b/b). Dalam kondisi ini, ampas tebu terdelignifi kasi<br />
dapat disakarifi kasi oleh enzim selulase kasar dari Aspergillus niger. Sakarifi kasi secara enzimatis 2 g ampas tebu<br />
terdelignifi kasi pada suhu 50oC pH 4,8 selama 120 jam menghasilkan gula reduksi sebanyak 54.47 mg/100 ml.</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">Sita Heris Anita , Triyani Fajriutami, Fitria, Riksfardini Annisa Ermawar,<br />
Dede Heri Yuli Yanto, Euis Hermiati</td><td class="column-2">PRETREATMENT TRAMETES VERSICOLOR DAN PLEUROTUS<br />
OSTREATUS PADA BAGAS UNTUK PRODUKSI BIOETANOL</td><td class="column-3">Pada penelitian ini dilakukan proses pretreatment terhadap bagas menggunakan kultur tunggal dan kultur<br />
campuran jamur pelapuk putih Trametes versicolor dan Pleurotus ostreatus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui<br />
pengaruh penggunaan kultur tunggal dan kultur campuran jamur pelapuk putih terhadap penurunan kadar lignin<br />
bagas dengan kehilangan minimal pada kandungan α-selulosa. Metode yang digunakan adalah dengan menginokulasikan<br />
jamur T. versicolor dan P. ostreatus dalam bentuk kultur tunggal dan kultur campuran ke dalam bagas<br />
dengan variasi jumlah inokulum sebesar 5%, 10%, dan 15% (w/v) serta perbandingan inokulum sebesar 1/1. Setelah<br />
diinkubasi selama empat minggu dilakukan analisis terhadap kadar komponen bagas, meliputi kadar ekstraktif,<br />
lignin, α-selulosa dan hemiselulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur tunggal P. ostreatus selama masa<br />
inkubasi empat minggu lebih menguntungkan untuk digunakan pada pretreatment bagas, dengan tingkat degradasi<br />
lignin yang cukup tinggi (17,95%) dan kehilangan minimal pada kandungan α-selulosa (11,00%) dan hemiselulosa<br />
(5,75%). Waktu inkubasi pada kultur campuran dapat dipersingkat sehingga kehilangan selulosa dan hemiselulosa<br />
pada bagas tidak terlalu tinggi. Semakin singkatnya masa inkubasi maka peluang penerapan pretreatment menggunakan<br />
cara biologis ini menjadi semakin besar.</td>
	</tr>
	<tr class="row-7 odd">
		<td class="column-1">Sriharti dan Takiyah Salim</td><td class="column-2">PENGARUH KOMPOSISI BAHAN TERHADAP KARAKTERISASI<br />
BRIKET LIMBAH BIJI JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS LINN)</td><td class="column-3">Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh komposisi bahan terhadap karakteristik briket limbah biji jarak<br />
pagar (Jatropha curcas Linn) sisa pengepresan pengolahan minyak jarak. Komposisi bahan terdiri dari limbah biji<br />
jarak pagar, sekam, kulit jarak dan tempurung kelapa. Metode pembuatan briket dilakukan dengan cara karbonisasi<br />
dan pencetakan dengan alat press tipe hidrolik kapasitas 16 briket per proses. Hasil pengujian karakteristik briket<br />
menunjukkan bahwa kadar air briket, nilai kalori memenuhi standar kualitas briket menurut SNI nomor 01-6235-<br />
2000, sedangkan untuk kadar abu nilainya tidak memenuhi standar SNI. Hasil pengujian kualitas fi sik briket, yaitu<br />
densitas awal dan densitas relaksasi, memenuhi standar SNI. Komposisi bahan limbah jarak pagar dengan tempurung<br />
kelapa menunjukkan hasil yang terbaik dengan nilai laju pembakaran yang tertinggi yaitu 18,61 gram/menit<br />
dan konsumsi spesifi k bahan bakar yang terendah 0,0997 gram bahan bakar/gram air, kemampuan pembakaran<br />
161,961 watt dan efi siensi termal 74,27%.</td>
	</tr>
	<tr class="row-8 even">
		<td class="column-1">Haifa Wahyu, M. Affendi</td><td class="column-2">PROSES AGLOMERASI DAN DAMPAK OPERASIONAL<br />
PADA PEMBAKARAN CANGKANG SAWIT<br />
DALAM UNGGUN TERFLUIDISASI</td><td class="column-3">Penggunaan biomassa cangkang sawit di dalam unggun terfl uidisasi sebagai bahan bakar alternatif pengganti<br />
batubara perlu dipertimbangkan dari segi operasional. Walaupun dari segi emisi karbon cangkang sawit lebih ramah<br />
lingkungan, namun kenyataannya hal tersebut menimbulkan masalah operasional. Pembakaran yang terus-menerus<br />
dapat mengakibatkan terjadinya penggumpalan abu hasil pembakaran atau aglomerasi pada pasir unggun. Unggun<br />
akan terdefl uidisasi dan tidak dapat lagi bekerja dengan baik sehingga operasi harus dihentikan. Untuk melihat<br />
efek aglomerasi di dalam unggun terfl uidisasi, suatu uji pembakaran cangkang sawit telah dilakukan di dalam<br />
tungku fl uidized skala 15 kg/jam yang terdapat di Pusat Penelitian Fisika LIPI. Hasil pengujian menunjukkan<br />
bahwa pembakaran cangkang sawit akan menimbulkan aglomerasi di dalam tungku terutama apabila suhu sudah<br />
berada di atas 800oC. Penggumpalan abu disebabkan oleh interaksi mineral alkali dan klorin yang terdapat dalam<br />
abu dengan silikat yang terdapat dalam unggun pasir FBC saat pembakaran terjadi, di mana suhu deformasi dan<br />
leleh abu turun hingga sekitar 800oC.</td>
	</tr>
	<tr class="row-9 odd">
		<td class="column-1">Nanang Triagung Edi Hermawan, Ari Darmawan Pasek, dan Efrizon Umar</td><td class="column-2">KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS PADA PENDINGINAN<br />
MODEL SUNGKUP REAKTOR AP1000<br />
DENGAN UDARA YANG BERSIRKULASI ALAMIAH</td><td class="column-3">Kebutuhan energi listrik terus meningkat. Energi nuklir merupakan salah satu alternatif sumber energi di masa<br />
depan. AP1000 merupakan reaktor generasi III+ yang mungkin dibangun di Indonesia. Salah satu fi tur keselamatan<br />
reaktor AP1000 adalah sistem pendinginan sungkup dengan udara yang bersirkulasi alamiah. Telah dilakukan studi<br />
eksperimental untuk mengetahui karakteristik perpindahan panas yang terjadi pada permukaan sungkup model<br />
AP1000 skala laboratorium. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terjadi fenomena fl uks panas kritis pada daya<br />
2010 W atau fl uks panas 553, 47 W/m2. Dari kajian diusulkan suatu persamaan korelasi empiris lokal untuk menggambarkan<br />
koefi sien konveksi pada permukaan dinding sungkup, masing-masing adalah Nux= 7,086. Rax<br />
*0,1906;<br />
2,09 x 106 < Rax* < 1,24 x 1012 untuk bagian silinder konsentris, dan Nux = 1,308. Rax<br />
*0,2527; 7,51 x 105 < Rax* <<br />
7,08 x 1010 untuk sektor ellips.</td>
	</tr>
	<tr class="row-10 even">
		<td class="column-1">Hariyadi, Sugiono, Hanif Fakhrurroja, Edy Tanu</td><td class="column-2">ANALISIS HASIL UJI TERAP ALAT PENGHEMAT BBM ELECTRIC<br />
FUEL TREATMENT PADA ENGINE DIESEL GENSET 35 KVA<br />
DENGAN BEBAN STATIS</td><td class="column-3">Makalah ini menguraikan mengenai analisis hasil uji terap alat penghemat BBM yang dinamakan Electic Fuel<br />
Treatment (EFT) pada engine diesel genset kapasitas 35 KVA dengan beban statis. Uji terap pada engine diesel<br />
genset ini dilakukan dengan konfi gurasi pemasangan EFT, baik secara seri maupun paralel untuk mendapatkan hasil<br />
efi siensi BBM yang terbaik. Metode analisis dilakukan dengan pendekatan uji teknis operasional secara langsung<br />
dengan membandingkan hasil pengujian sebelum dilakukan pemasangan EFT dan hasil pengujian se telah dilakukan<br />
pemasangan EFT. Hasil dari pelaksanaan uji terap EFT adalah berupa konfi gurasi pemasangan EFT yang ideal<br />
untuk memperoleh efi siensi BBM rata-rata sebesar 6,58% pada beban 60% dan penurunan kadar emisi gas buang<br />
antara 20%–24%.</td>
	</tr>
	<tr class="row-11 odd">
		<td class="column-1">Indriyati, Sri Pujiastuti, Lazuardi, Nini Isya</td><td class="column-2">STUDI DESAIN ALUR GAS PADA ANODA PLAT BIPOLAR<br />
DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERFORMA PEMFC<br />
BERDASARKAN HASIL EKSPERIMEN</td><td class="column-3">Karakterisasi performa PEMFC dari 3 desain alur gas pada sisi anoda separator plat bipolar dengan luas area<br />
aktif 9 cm2 telah dilakukan. Tiga desain alur yang dipilih untuk dipelajari adalah serpentin 3 jalur, serpentin 5 jalur,<br />
dan modifi kasi serpentin-paralel dengan penampang melintang berbentuk persegi dan luas penampang sama untuk<br />
tiap desain, yaitu 1,35 mm x 0,55 mm. Jarak antarjalur adalah 0,7 mm. Ketiga desain diuji dengan mengalirkan gas<br />
hidrogen 50 ml/menit, gas oksigen 250 ml/menit, tekanan gas 1,5 Bar dan suhu dew-point 80oC pada kelembapan<br />
relatif 100%. Hasil pengukuran terhadap arus (I) dan tegangan (V) menunjukkan bahwa desain serpentin 3 jalur<br />
menunjukkan performa lebih bagus dari yang lain walaupun tidak begitu berbeda jauh. Pada rapat arus di atas 20<br />
mA/cm2, tipe modifi kasi serpentin-paralel menghasilkan drop tegangan yang cukup signifi kan yang diduga karena<br />
adanya aliran turbulens pada jalur gas. Open circuit voltage (OCV) yang dihasilkan oleh stack fuel cell menggunakan<br />
plat bipolar berdesain serpentin 5 jalur 6% lebih rendah dibandingkan dua desain lainnya. Daya maksimum<br />
yang dihasilkan adalah 146 mW, 139 mW, 132 mW, masing-masing untuk desain serpentin 3 jalur, serpentin 5 jalur<br />
dan modifi kasi serpentin-paralel.</td>
	</tr>
	<tr class="row-12 even">
		<td class="column-1">Wiwin Suwarningsih, Endang Suryawati</td><td class="column-2">PENCARIAN POLA DATA SEKUENSIAL KLIMATOLOGI<br />
UNTUK PREDIKSI LUAS GENANGAN BANJIR</td><td class="column-3">Pada penelitian ini akan dijelaskan cara menemukan pola data klimatologi untuk membantu memprediksi<br />
luas genangan banjir yang diakibatkan oleh hujan. Metode yang akan digunakan adalah enumerasi sekuens dengan<br />
pendekatan teori Lattice, yaitu pencacahan sekuens dengan melakukan operasi “JOIN” dan “MEET” untuk menghasilkan<br />
sebuah sekuens yang telah mengalami proses perpotongan dengan daftar-id yang berisi kelas-kelas yang<br />
ekuivalen. Selain itu, teori ini juga melakukan pencarian kejadian (event) secara DFS dan BFS untuk menghasilkan<br />
suatu kejadian (event) sering terjadi atau tidak. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah sekuens dari kejadian<br />
banjir dengan luas genangan yang sering muncul sehingga dapat digunakan untuk melakukan simulasi berupa<br />
prediksi luas genangan yang diakibatkan oleh banjir</td>
	</tr>
	<tr class="row-13 odd">
		<td class="column-1">Novita Ambarsari dan Erma Yulihastin</td><td class="column-2">PENGARUH OSILASI TAHUNAN DAN ENSO<br />
TERHADAP VARIABILITAS OZON TOTAL INDONESIA</td><td class="column-3">Data ozon total global dari Total Ozone Mapping Spectrometer (TOMS) Satelit National Aeronautics and Space<br />
Administration (NASA) pada rentang tahun 1997–2005 dicuplik untuk wilayah Indonesia (90E-151.2E, 12.5S-12<br />
.5N). Hasil dari plot deret waktu data konsentrasi ozon total di Indonesia pada 1997–2005 tersebut menunjukkan<br />
bahwa konsentrasi ozon total bervariasi antara 242 hingga 275,38 (Dobson Units). Konsentrasi tertinggi terjadi<br />
pada bulan September-Oktober, merupakan musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan di Indonesia dan<br />
musim gugur di belahan bumi Utara. Konsentrasi terendah terjadi pada bulan Desember–Januari, merupakan puncak<br />
musim hujan di Indonesia dan musim dingin di belahan bumi Utara. Dengan analisis spektral menggunakan metode<br />
Fast Fourier Transform (FFT) ditemukan bahwa variabilitas ozon total Indonesia 1997–2005 didominasi oleh osilasi<br />
tahunan (periode 11,33 bulan), osilasi ENSO (25,5 bulan), dan osilasi semi-tahunan (periode 5,67 bulan).</td>
	</tr>
	<tr class="row-14 even">
		<td class="column-1">Erma Yulihastin</td><td class="column-2">PENENTUAN INDEKS MONSUN INDONESIA<br />
BERDASARKAN ANGIN ZONAL</td><td class="column-3">Penelitian ini dilakukan untuk menentukan indeks monsun yang merepresentasikan Benua Maritim Indonesia<br />
(BMI). Indeks monsun Indonesia dihitung berdasarkan perata-rataan angin zonal (timur-barat) pada level ketinggian<br />
850 milibar di area bagian utara-barat (2–80LU, 95–1180BT) dan selatan (2–100LS, 105–1500BT), yang<br />
secara berturut-turut disebut Indeks I dan Indeks II. Pemilihan area indeks tersebut didasarkan pada perbedaan<br />
yang kontras antara angin barat dan angin timur dalam siklus tahunan. Data angin zonal bulanan berasal dari<br />
satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), NCEP/NCAR Reanalysis (National Center for<br />
Environmental Prediction/National Center for Atmospheric Research) dengan resolusi 2.5 derajat periode waktu<br />
Januari 1948 hingga Desember 2010. Hasil penelitian menunjukkan Indeks I dan II memiliki pola yang simetri.<br />
Indeks I mencapai nilai maksimum (>5 meter/detik) pada bulan Agustus dan nilai minimum terjadi pada bulan<br />
Januari (<-4 meter/detik). Sebaliknya, indeks II mencapai nilai maksimum (>5 meter/detik) pada bulan Februari<br />
dan nilai minimum terjadi pada bulan Agustus (<-5 meter/detik). Indeks I dan indeks monsun Australia (AUSMI,<br />
Australia Monsoon Index) memiliki kesamaan pola dalam hal fase dan sedikit berbeda dalam amplitudo. Indeks I<br />
dan Webster-Yang berkorelasi sangat baik dengan nilai 0.99. Sementara indeks II dan indeks Webster-Yang (Webster<br />
and Yang Monsoon Index) memiliki kemiripan pola, namun memiliki perbedaan fase dan amplitudo. Nilai<br />
korelasi antara indeks II dan Webster-Yang juga sangat baik, yaitu 0.99. Korelasi indeks I(II) dan uap terkandung<br />
(precipitable water) berturut-turut sebesar 0.68(0.95).</td>
	</tr>
	<tr class="row-15 odd">
		<td class="column-1">Bambang Sunarko &amp; Nunik Sulistinah</td><td class="column-2">BIOTRANSFORMASI 3-SIANOPIRIDIN MENJADI NIKOTINAMIDA<br />
DENGAN SEL CORYNEBACTERIUM D5 SEBAGAI BIOKATALIS</td><td class="column-3">Dalam penelitian ini telah diuji kemampuan beberapa isolat bakteri yang telah diisolasi dari berbagai limbah industri<br />
dalam mengonversi 3-sianopiridin. Dari beberapa isolat yang diuji, hanya isolat bakteri D5, yang diindentifi kasi<br />
sebagai Corynebacterium D5, yang mampu menghidrolisis 3-sianopiridin. Hidrolisis senyawa tersebut melibatkan<br />
enzim nitril hidratase dan amidase dengan aktivitas masing-masing sebesar 0,36 unit dan 0,20 unit dengan produk<br />
degradasi berupa nikotinamida, asam nikotinat dan ammonium. Konversi 3-sianopiridin oleh Corynebacterium<br />
D5 dicapai pada suhu 25oC dan pH 7,0. Pertumbuhan Corynebacterium D5 maksimum (0,43 g sel bobot kering/<br />
liter) dicapai bila bakteri tersebut ditumbuhkan pada medium yang mengandung 0,5% (v/v) asetonitril dan 20 mM<br />
3-sianopiridin sebagai sumber karbon, nitrogen, dan energi</td>
	</tr>
	<tr class="row-16 even">
		<td class="column-1">Ines I. C. Atmosukarto and Bambang Sunarko</td><td class="column-2">SCREENING OF NITRILE-DEGARADING ENDOPHYTIC BACTERIA<br />
FROM THE BIODIVERSITY OF INDONESIA</td><td class="column-3">Nitriles are an important group of compounds which appear in the environment via natural or industrial<br />
synthesis. Nitrile-metabolising microorganisms usually convert nitriles via one of the following two hydrolytic<br />
pathways: 1) conversion of the nitrile directly to its corresponding carboxylic acid and ammonia by nitrilase, and/<br />
or 2) conversion of the nitrile by nitrile hydratase to an intermediate amide, which is then converted by an amidase<br />
to the corresponding carboxylic acid and ammonia. The potential biotechnological application of these enzymes to<br />
produce amides and/or acids from nitriles has a major industrial interest.<br />
Higher plants are host to microorganisms, generally referred to as endophytic microbes (or endophytes) which<br />
colonise the internal tissue of living plants without causing overt negative effects to their host. Rare and biologically<br />
active compounds have been isolated from these microbes ranging from anti-infective activity, antioxidant, anticancer,<br />
insecticidal and others. Some of the compounds that have been discovered in endophytic microbes include<br />
taxol, cryptocin, cryptocandin, and ambuic acid amongst a few. However, the potential of this relatively untapped<br />
source of microbial diversity as a source of nitrile converting enzymes has yet to be evaluated.<br />
In this study we have tested approximately 850 bacterial endophytes for their ability to utilize acetonitrile<br />
(aliphatic nitrile) and benzonitrile (aromatic nitrile) as a sole source of energy, carbon and nitrogen for their growth.<br />
Based on their growth pattern, 97 isolates of those were able to utilize acetonitrile, of which 7 could also utilise<br />
benzonitrile. This result suggests that those isolates are likely to possess enzymes which are able to convert nitriles<br />
as indicated by the presence of metabolic byproducts such as carboxylic acid and ammonia. This is to our knowledge<br />
the fi rst report of such activity for endophytic bacteria.</td>
	</tr>
	<tr class="row-17 odd">
		<td class="column-1">Nurdin Bukit dan Erna Frida</td><td class="column-2">PENGOLAHAN BAN BEKAS BERWAWASAN LINGKUNGAN<br />
MENJADI BAHAN BAMPER PADA OUTOMOTIF</td><td class="column-3">Dalam usaha untuk mengurangi jumlah limbah ban yang dapat merusak lingkungan maka dapat dilakukan<br />
dengan mengolah ban bekas menjadi serbuk ban bekas yang digunakan sebagai fi ller pada pembuatan komposit<br />
termoplastik elastomer yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bumper pada outomotif. Penelitian dilakukan<br />
dengan mencampur serbuk ban bekas, kompon SIR-20 dan polipropilena, dengan compatibilizer Polipropilena<br />
Maleat Anhidrida. Preparasi bahan baku dilakukan dengan cara membuat kompon karet dengan peralatan two roll<br />
mixing mill. Pembuatan komposit dilakukan dengan proses blending pada suhu 180°C dengan kelajuan 60 rpm<br />
dalam internal mixer, dengan komposisi (30, 40, 50)% berat dan ukuran 1mm dan 60 mesh, hasil komposit dalam<br />
bentuk granular dicetak dalam cetakan tekan panas, dan dingin, kemudian dibuat dalam bentuk spesimen untuk<br />
masing-masing sampel pengujian sesuai dengan ukuran standar JIS K 6781 untuk uji tarik. Hasil yang diperoleh<br />
dari sifat mekanik, yakni kekuatan tarik untuk ukuran serbuk ban bekas 60 mesh nilainya lebih baik dari ukuran<br />
1mm. Sifat mekanik kekuatan tarik yang terbaik diperoleh pada komposisi serbuk ban bekas 50% dengan kekuatan<br />
tarik maksimum 13 MPa dan perpanjangan putus 148%. Hasil analisis SEM terlihat morfologi ukuran 60 mesh<br />
lebih homogen dari 1mm.</td>
	</tr>
</tbody>
</table>
<br />
<hr />Penulis : Septi Nur Hayati, Hendra Herdian, Ema Damayanti, Lusty Istiqomah, dan Hardi Julendra, Indriani Ekasari, Erlin Rachman, Eka Fatmawati Tihurua, &#8220;Ida Bagus Wayan Gunam, Ni Made Wartini, Anak Agung Made Dewi Anggreni, Pande Made Suparyana, Sita Heris Anita, Triyani Fajriutami, Fitria, Riksfardini Annisa Ermawar, Dede Heri Yuli Yanto, dan Euis Hermiati, Sriharti, Takiyah Salim<br />
Haifa Wahyu, M. Affendi, Nanang Triagung Edi Hermawan, Ari Darmawan Pasek,  Efrizon Umar, Hariyadi, Sugiono, Hanif Fakhrurroja,  Edy Tanu, Indriyati, Sri Pujiastuti, Lazuardi,  Nini Isya, Wiwin Suwarningsih, Endang Suryawati, Novita Ambarsari,  Erma Yulihastin, Bambang Sunarko,  Nunik Sulistinah, Ines I.C. Atmosukarto, Bambang Sunarko, Nurdin Buki, Erna Frida</p>
<p>Bambang Sunarko dan Nunik Sulistinah<br />
Ines I.C. Atmosukarto and Bambang Sunarko<br />
Nurdin Bukit dan Erna Frida<br />
<br />Dewan redaksi : Tarzan sembiring, Moch Ichwan, Dyah Hardini, Goib Wiranto, Adiseno, Tigor Nauli, Elan Djaelani, Linar Z Udin, Adrin Tohari, Fauzan A, Fatimah ZS Padmadinata, Masno Ginting, Rudi Subagja, Sarwintyas Prahastuti, Siti Kania Kushadiani, Nanik Supriyanti, Euis, Junaedi Mulawardana<br />ISSN : 0126-1533<br />Tahun Penerbitan : 2011<br />Penerbit : LIPI PRESS
<p><a href="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf/2975/TI-edisi-khusus2011.jpg">TI-edisi-khusus2011.jpg (6 KB)</a></p>
<p><a href="http://lipipress.com/?attachment_id=2983"><img src="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf//2975/TI-edisi-khusus2011-120x150.jpg" alt="TI-edisi-khusus2011.jpg (6 KB)" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lipipress.com/jurnal-teknologi-indonesia-vol-34-edisi-khusus-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jurnal Komunika VOL 14, NO 1, 2011</title>
		<link>http://lipipress.com/jurnal-komunika-vol-14-no-1-2011/</link>
		<comments>http://lipipress.com/jurnal-komunika-vol-14-no-1-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 04:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lipipress.com/?p=2962</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Farida Hanun, Lyra Vellaniza Ferbita, Farid Hamid, Tri Agus Murwanto, Bambang Sukma Wijaya, Pawito Dewan redaksi : Djusman Sajuti, Soedjatmiko Eko Tjahjono, Endang Tjempakasari, Rusdi Muchtar, Suwatno, Martahan Tambunan, Dyah Rachmawati Sugoyanto, Sarwintyas Prahastuti, Sobari, Arief Asrizal, Rosna &#8230; <a href="http://lipipress.com/jurnal-komunika-vol-14-no-1-2011/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<table id="wp-table-reloaded-id-90-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-90">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Penulis</th><th class="column-2">Artikel</th><th class="column-3">Abstrak</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">Farida Hanun</td><td class="column-2">PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI)<br />
DI PONDOK PESANTREN</td><td class="column-3">The purpose of this study is to describe the following issues: the Islamic boarding school’s response to the IT development,<br />
the ability of the human resources in understanding IT, the utilization of IT, the impact of utilizing IT upon<br />
the improvement of the educational system of the Islamic boarding school (pesantren) for the future. This study<br />
uses qualitative approach. This study was conducted at eight Islamic boarding schools. The findings of this study<br />
are as follows: a) Response of the Islamic boarding school to IT is divided into two, they are adaptive and inadaptive;<br />
b) there are four steps in using IT in teaching and learning process. They are emerging, applying, integrating,<br />
and transforming. Most of the schools are still in the step of emerging and applying; c) The ability of the human<br />
resources in understanding IT is still in operating scale, not in programming one, and the ability to understand<br />
the uses of the software is still low; d) The utilization of IT is focused on preaching, education, and social affairs;<br />
e) The uses of IT to the improvement of the educational system of the Islamic boarding school (pesantren) is still<br />
less. This surely makes no significant impact to the educational system; and f) The IT tools that are needed are the<br />
complete hardware, educational software, and the quality brainware</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">Lyra Vellaniza Ferbita</td><td class="column-2">Hubungan Pengunan Media Display PUSINFO<br />
Dengan Sikap Karyawan<br />
Terhadap Kementerian Kehutanan</td><td class="column-3">The purpose of this research is to know the correlations between Display PUSINFO Media consisting of credibility<br />
information with the attitude of employees in the Ministry Of Forestry. In the research, the data were taken from<br />
two sources. The primary data were taken from questionnaire filed by 911 respondents among the employees of the<br />
Ministry of Forestry, while the secondary data were taken from observation and literary study. The result of the<br />
research shows that there is an adequate relation between the uses of Display PUSINFO Media and the behaviour of<br />
employees towards the ministry. The analysis of the research proves that the using of the Display PUSINFO Media<br />
can build a positive behaviour among the employees towards the Ministry Of Forestry. This means that the more<br />
intensive use of the Display PUSINFO media, the more positive the behaviour of employees toward the Ministry of<br />
Forestry. Recommendations given by the researcher that Pusat Informasi (PUSINFO) could increase the quality<br />
of information and physical display with expressive colours and order layout of Display PUSINFO to make more<br />
effective internal communication media in The Ministry Of Forestry.</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">Farid Hamid</td><td class="column-2">URGENSI MEMAHAMI IKLIM KOMUNIKASI<br />
DALAM ORGANISASI</td><td class="column-3">Naturally human being as social activity need communication to each other. In context of organizational communication,<br />
communication is helping creativity of organizational communication climate. it helps to be a positive or<br />
a negative communication climate. Positive climate is a great environment which is coveted by an organization’s<br />
member. Conversely, negative communication climate will affect the morale and, creativity of organization’s member<br />
and continuity operation of the organization.</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">Tri Agus Murwanto</td><td class="column-2">Meningkatkan Kemampuan Organisasi<br />
Litbang Pemerintah<br />
Melalui Knowledge Management (KM)</td><td class="column-3">Knowledge Management (KM) can be used to enhance the ability of organization or research institutions that<br />
are always struggling with science and technology, and are appropriately utilizing KM by identifying knowledge,<br />
knowledge discovery and analysis, knowledge acquisition, knowledge creation via ideas generation, establishment<br />
of organizational knowledge bases and knowledge distribution and use. The presence of interaction between the<br />
HRs of R &amp; D institutions will be able to provide sustainable competitive advantage when both are administered in a<br />
combination of mutual support. Besides that, it also requires organizational units with the use of IT as a knowledge<br />
portal so that all employees can access it easily. Also commitment and coordination from all parties will be able to<br />
help implementation of KM, therefore the performance of R &amp; D institut are expected to increase</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">Bambang Sukma Wijaya</td><td class="column-2">Experiential Comunication Model in the<br />
Organizational Comunication : A Study of<br />
Persuasive Technique in order to Gain<br />
Audience’s Trust</td><td class="column-3">Komunikasi persuasi memegang peranan penting dalam suatu organisasi. Melalui komunikasi persuasi yang baik,<br />
kepercayaan khalayak dapat diraih, dan segenap unsur dalam organisasi dapat terlibat aktif dan produktif untuk<br />
mewujudkan tujuan-tujuan organisasi. Persoalannnya adalah meraih kepercayaan khalayak atau penerima pesan<br />
tidaklah semudah membalik telapak tangan. Padahal kepercayaan merupakan inti persuasi. Karena itu, melalui<br />
telaah komunikasi persuasi dalam organisasi ini, penulis menawarkan sebuah konsep model komunikasi baru, yakni<br />
Model Komunikasi Berasa (Experiential Communication Model). Dengan Model Komunikasi Berasa, khalayak<br />
penerima pesan tidak hanya menangkap dan memahami makna pesan yang disampaikan, tetapi juga merasakan<br />
langsung kebenaran makna pesan tersebut. Hal ini dikarenakan Model Komunikasi Berasa menyinergikan proses<br />
penyampaian dan pembuktian pesan sekaligus, tanpa tertunda atau melewati tahapan waktu tertentu. Dengan<br />
demikian komunikator tidak hanya asal berbicara, tetapi langsung membuktikan kebenaran ucapannya</td>
	</tr>
	<tr class="row-7 odd">
		<td class="column-1">Pawito</td><td class="column-2">Pengaruh Talkshow Televisi<br />
Kajian tentang minat serta pengaruh menonton acara<br />
talkshow televisi di surakarta periode pemilihan umum<br />
legislatif 2009</td><td class="column-3">This study attempts to explore television talkshow viewing i.e its exposure and effects on audience. A survey (intercept<br />
mall survey) with 125 respondents was undertaken in the City of Surakarta just six weeks after the election<br />
day of the 2009 Indonesia’s legislative election. The study suggests that respondents mostly watched talkshow<br />
television three times a week and thought moderately that talkshow television is interesting enough seen both from<br />
presenters as well as speakers’ performance and skill. Further, this study also suggests that the cognitive effect<br />
i.e the increase of knowledge on political parties’ vision-mission becomes apparently the major effect followed by<br />
the increase knowledge on candidates performance. Talkshow viewing moderately affects respondents’ preference<br />
of political party and/or candidate (in term of affective influence) and affects moderately as well on respondents’<br />
behavior primarily in deliberating which political party and/or candidate should be supported.</td>
	</tr>
</tbody>
</table>
<br />
<hr />Penulis : Farida Hanun, Lyra Vellaniza Ferbita, Farid Hamid, Tri Agus Murwanto, Bambang Sukma Wijaya, Pawito<br />
<br />Dewan redaksi : Djusman Sajuti, Soedjatmiko Eko Tjahjono, Endang Tjempakasari, Rusdi Muchtar, Suwatno, Martahan Tambunan, Dyah Rachmawati Sugoyanto, Sarwintyas Prahastuti, Sobari, Arief Asrizal, Rosna Simamora<br />ISSN : 0126-2491<br />Tahun Penerbitan : 2011<br />Penerbit : LIPI PRESS
<p><a href="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf/2962/komunika1412011.jpg">komunika1412011.jpg (8 KB)</a></p>
<p><a href="http://lipipress.com/?attachment_id=2970"><img src="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf//2962/komunika1412011-120x150.jpg" alt="komunika1412011.jpg (8 KB)" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lipipress.com/jurnal-komunika-vol-14-no-1-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WIDYARISET Vol. 12, No. 3, 2009</title>
		<link>http://lipipress.com/widyariset-vol-12-no-3-2009/</link>
		<comments>http://lipipress.com/widyariset-vol-12-no-3-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 04:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Widyariset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lipipress.com/?p=2951</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Janry Haposan U. P. Simanungkalit, Benedikta Juliatri, Widi Wulandari, Chitra Indah Yuliana, Tri Risandewi, Yulino Indra, FX. Hermawan Kusumartono, Fairul Zabadi, Akhmad Kasan Gupron, Santy Yulianti, Ratun Untoro, Syarifah Lubna, Vega F. Andromeda, Emyana Ruth Eritha Sirait, Handrini &#8230; <a href="http://lipipress.com/widyariset-vol-12-no-3-2009/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<table id="wp-table-reloaded-id-89-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-89">
<tbody>
	<tr class="row-1">
		<td class="column-1">Penulis</td><td class="column-2">Artikel</td><td class="column-3">Abstrak</td>
	</tr>
	<tr class="row-2">
		<td class="column-1">Janry Haposan U. P. Simanungkalit</td><td class="column-2">FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN DALAM PENETAPAN BESARAN<br />
GAJI PEGAWAI PADA PERUSAHAAN SWASTA:<br />
Analisis pada Sejumlah Pegawai Perusahaan Swasta di Provinsi DKI Jakarta</td><td class="column-3">factors or components that form to determine salary, notably in private company. The objectives of this<br />
study are: (1) to analyze and explain workers’ salary conditions in private company now (existing) and (2) to<br />
anaylze and explain salary structure that form on private company. This study uses primary data collected from<br />
respondents through observation using research instrument based on variables, i.e. dependent variable, namely<br />
employ salary per month from main job/work (Y) and 6 (six) independent variables, namely working life (X1),<br />
gender (X2), marital status (X3), education level (X4), type of job (X5), and productivity level of employ (X6).<br />
Multiple regression method was used to analyze the data with SPSS version 11.5 software. The results of the<br />
study show that working life employ, education level, and type of job are influential significantly to employ<br />
salary. Meanwhile gender, marital status, and productivity level of employ are not influential significantly to<br />
employ salary.</td>
	</tr>
	<tr class="row-3">
		<td class="column-1">Benedikta Juliatri Widi Wulanari</td><td class="column-2">PENINGKATAN USAHA EKONOMI TRADISIONAL:<br />
STUDI KASUS PETANI MADU HUTAN DI DESA NANGA LEBOYAN, KAPUAS HULU</td><td class="column-3">This research presents the success story of the honey harvesters at Nanga Leboyan Village, Selimbau<br />
District, Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan Province in improving their traditional economic activity. The<br />
aims of the study are to describe changes in techniques and treatments in honey business management and to<br />
explain the effects of the changes. Qualitative approach was applied in this study. Data collecting was conducted<br />
by applying participant observer and in-depth interview technique. Informants were selected based on snowballing<br />
method. The results of this research indicate that the changes in techniques and treatments in honey business<br />
management bring about positive impacts for the honey harvesters. The effects are: (1) Increasing of honey<br />
quality that cause increasing in the product price. (2) Mortality of honey bees becomes less that lead to increasing<br />
amount of honey that can be produced</td>
	</tr>
	<tr class="row-4">
		<td class="column-1">Chitra Indah Yuliana</td><td class="column-2">ANALISIS HUBUNGAN ANTARA INDIKATOR PENDIDIKAN DAN<br />
KINERJA PEREKONOMIAN DI INDONESIA</td><td class="column-3">This research aims to investigate relationship between education indicator represented by literacy rate<br />
and Gross Domestic Product (GDP) real per capita as economic performance with annual data during period of<br />
1980 until 2008 in Indonesia. The analysis method used in this research was Vector Auto Regression (VAR) with<br />
Granger Causality Test, Impulse Responses, and Variance Decomposition. In addition, Akaike and Schwarz<br />
Information Criterion determined optimum lag of 6 that could be estimated. Granger causality test showed<br />
literacy rate significantly Granger-caused GDP real per capita, but there was no significant Granger causality<br />
from GDP real per capita to literacy rate over research period. One of crucial implications of this research<br />
results is that we must and still need to make the highest priority of base education development especially<br />
literate promotion so that high level of economic performance could be equally generated in improving the<br />
prosperity of Indonesian societies</td>
	</tr>
	<tr class="row-5">
		<td class="column-1">Tri Risandewi</td><td class="column-2">ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MONETER DAN FISKAL<br />
TERHADAP JUMLAH UANG BEREDAR DI INDONESIA</td><td class="column-3">The aims of this analysis are to see the effect of monetary factors such as foreign reserve and money<br />
multipliers and fiscal factor such as government expenditure toward money supply in Indonesia. The methods<br />
used in this analysis is Vector Autoregressive (VAR) or Vector Error Correction Model (VECM). This analysis<br />
uses a secondary data (three-month data) from 1986 until 2003. The result of this analysis, using VECM<br />
estimation, is that money supply, foreign reserve, and money multiplier have a short term and long term<br />
relationship. According to short term relationship, money supply and money multiplier have a positive correlation,<br />
with ceteris paribus assumption. Whereas a long term relationship shows that only foreign reserve and money<br />
multiplier have had a positive correlation, with ceteris paribus assumption</td>
	</tr>
	<tr class="row-6">
		<td class="column-1">Yulino Indra</td><td class="column-2">PENGARUH KETERLIBATAN PEGAWAI PASAR MODERN<br />
TERHADAP BAHASA YANG DIPAKAI OLEH PELANGGAN PASAR<br />
MODERN DI KOTA PADANG</td><td class="column-3">This paper describes the languages used by the costumers of three modern markets in Padang in<br />
communicating with their family’s members relating with the existence of sales promotion girls at the time they<br />
were communicating.These languages are Minangkabau language (local language) and bahasa Indonesia<br />
(the national language). The Minangkabau people in Padang usually use Minangkabau language in<br />
communicating with their families. Since the sales promotion girls in modern market use bahasa Indonesia, it is<br />
a problem to them to use bahasa Indonesia or Minangkabau language to his families in front of the promotion<br />
girls. This research is a descriptive one and use quantitative and qualitative analysis. There are three categories<br />
age of people that are observed. These are adults, teenagers, and children. The research shows that in<br />
participation of sales promotion girl in their communication, the customers change the language they use to<br />
their family’s members, from bahasa Minangkabau to bahasa Indonesia. The adult categories is the highest level<br />
on this.</td>
	</tr>
	<tr class="row-7">
		<td class="column-1">F.X. Hermawan Kusumartono</td><td class="column-2">KORELASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KE-PU-AN<br />
TERHADAP PENINGKATAN KONDISI SOSIAL EKONOMI<br />
MASYARAKAT PASCABENCANA<br />
DI PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM</td><td class="column-3">This paper described the relation of public work infrastructures after disaster and the increasing of people<br />
welfare in Nangro Aceh Darussalam (NAD) Province. This matter was based on the fact that there was not seen<br />
in advance, how much disaster influenced the condition of people’s economy. This condition was the main targets<br />
as receivers of the benefit. The increasing of people welfare was measured from education, income, job, and<br />
possession. This research used the combination of two methods, namely the qualitative and the quantitative<br />
methods (Mix Method). The qualitative method was used to answer social factor questions affecting the<br />
optimization of the public work infrastructures on the disaster area. The quantitative method was for observing<br />
and measuring people’s economic condition level that changed then compared with disaster happened before.<br />
The research used six sample villages in the NAD Province. The observation found that the public work<br />
infrastructures were implemented in rehabilitation and reconstruction stage and it affected on the increasing of<br />
people’s economy. There were some social problems in the process of planning and implementing stage. This<br />
condition caused less optimal public work infrastructures. Therefore, the study suggests that it needs some steps<br />
to anticipate against social problems, subsequently public work infrastructures could be well implemented and<br />
could increase people welfare.</td>
	</tr>
	<tr class="row-8">
		<td class="column-1">Fairul Zabadi</td><td class="column-2">UNGKAPAN IDIOMATIS DALAM BUDAYA MASYARAKAT<br />
MINANGKABAU</td><td class="column-3">The objective of this research is to find out some idiomatic expressions in Minangkabau viewed from aspect<br />
form and meaning. The method used in this study is qualitative based on content analysis technique. Research<br />
findings are 27 idioms which consist of verbal idioms and nominal idioms. Verbal idioms may appear in (1) the<br />
construction VERB + NOUN as examplified by malapeh ao ‘to get no benefit’ and (2) the contruction ADVERB<br />
+ VERB as examplified by alah ilang ‘to die’. Meanwhile, the construction of nominal idioms are three types: (1)<br />
NOUN + NOUN as examplified by kacang miang ‘fink’, (2) NOUN + ADJECTIVE as exemplified kabau gadang<br />
‘lazybones’, and (3) ADJECTIVE + NOUN as examplified gadang kalang ‘coward’.</td>
	</tr>
	<tr class="row-9">
		<td class="column-1">Akhmad Kasan Gupron</td><td class="column-2">HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA<br />
INGGRIS DENGAN HASIL TOEFL PADA TARUNA SEKOLAH<br />
TINGGI ILMU PELAYARAN (STIP) JAKARTA</td><td class="column-3">The purpose of this research was to describe the correlation between speaking ability and TOEFL (Test of<br />
English as a Foreign Language) score of cadets in Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. The research<br />
was conducted in STIP because STIP has declared to produce internationally qualified seafarers. In line with its<br />
declaration, STIP always evaluates the cadets’ English proficiency by Speaking test and TOEFL (Paper-Based<br />
TOEFL) every semester. Population of this research was the first year cadets, batch 50. The respondents consisted<br />
of 20 cadets every major, so there were 60 cadets altogether. The instruments used in this research were interview<br />
form and TOEFL question set. This research showed that there was low positive correlation between speaking<br />
ability and TOEFL score. The correlation coefficient was 0.276. Therefore, it can be concluded that there are<br />
other factors influence TOEFL score. They are readiness, experience, and strategy.</td>
	</tr>
	<tr class="row-10">
		<td class="column-1">Santy Yulianti</td><td class="column-2">KESALAHAN PENERJEMAHAN KALIMAT NEGASI BAHASA<br />
INGGRIS: SEBUAH KAJIAN SINTAKSIS DAN SEMANTIS</td><td class="column-3">This study analyses the translation mistakes of negation sentences of Mary Higgins Clark’s novel entitled<br />
“stiilwatch”. The target novel is translated by Juni Sohardjo. The study is clasified into semantic and sintactic<br />
analysis using descriptive comparative method. Data were collected and classified into negation scope according<br />
to Quirk’s theory and analyses the translation forms in the Indonesian novel. Most of sentences from the target<br />
language of this novel use free form of the translation that have changed the structure and meaning of the<br />
original novel</td>
	</tr>
	<tr class="row-11">
		<td class="column-1">Ratun Untoro</td><td class="column-2">MEMAHAMI KARYA SASTRA POSTMODERN<br />
MELALUI PEMBACAAN DEKONSTRUKSI DERRIDA</td><td class="column-3">Literature has a spesific charachter. It informs many things to various kinds of readers. Postmodern literature<br />
art as a new genre brings impact on the ambiguity of meaning because of the logocentrism rejection. As a product<br />
of postmodern literature, Danarto’s literature work tries to deconstruct the convention about signifier and<br />
signified. Postmordern is to deconstruct the construction to create a new comfortable construction. The latest<br />
phenomena of literature progression of dark poetry, experimental poetry, minimalist poetry, and Danarto’s short<br />
story tend to ignore the stucture. It is hard to apreciate those literature works by applying modern theory. The<br />
appropiate theory to explore the meaning is deconstruction of Derrida</td>
	</tr>
	<tr class="row-12">
		<td class="column-1">Syarifah Lubna</td><td class="column-2">DESIGNING CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) BASED<br />
READING MATERIAL SAMPLE DESIGNS USING LOCAL LEGEND<br />
STORIES</td><td class="column-3">Fokus penelitian ini adalah merancang atau menyusun bahan ajar membaca bahasa Inggris dengan<br />
menggunakan cerita rakyat lokal. Cerita rakyat lokal dipakai sebagai bahan ajar dengan mempertimbangkan<br />
aspek kedekatan kultur atau budaya sehingga diharapkan walaupun sedang mempelajari bahasa asing, nilai<br />
yang dialihkan tetap merupakan nilai lokal yang dapat diaplikasi dan langsung diterapkan dalam kehidupan<br />
sehari-hari. Dengan asumsi bahwa belum ada kriteria standar yang diterapkan dalam penyusunan atau<br />
perancangan bahan ajar, maka kriteria CTL (pengajaran dan pembelajaran kontekstual) yaitu: konstruktifisme,<br />
pendekatan bertanya, pendekatan inquiry, membangun komunitas belajar, modeling, refleksi dan pengujian<br />
secara autentik lalu dipakai untuk menilai apakah bahan ajar ini sesuai dengan konsep pengajaran dan<br />
pembelajaran kontekstual (CTL) atau tidak. Dengan menerapkan metode penelitian deskriptif, data<br />
dikumpulkan melalui studi literatur dan dipaparkan dalam bentuk bahan ajar. Selanjutnya, bahan ajar<br />
diaplikasikan atau diterapkan melalui pembelajaran di kelas dan kuesioner disebar kepada peserta didik<br />
untuk mengukur sejauh mana bahan ajar telah memenuhi kriteria CTL. Dari hasil kuesioner tergambar bahwa<br />
terdapat opini positif dengan menyetujui (46%) dan bahkan sangat menyetujui (38%) bahwa contoh rancangan<br />
pengajaran membaca bahasa Inggris dengan menggunakan cerita rakyat lokal telah memenuhi kriteria<br />
pengajaran dan pembelajaran kontekstual (CTL).</td>
	</tr>
	<tr class="row-13">
		<td class="column-1">Vega F. Andromeda</td><td class="column-2">A CORRELATION STUDY BETWEEN STUDENTS’ FIRST<br />
IMPRESSION TOWARD ENGLISH LESSON AND THEIR<br />
ACHIVEMENTS AT SEMARANG MERCHANT MARINE<br />
POLITECHNIC</td><td class="column-3">Kesan pertama pada umumnya akan memengaruhi hasrat dan minat seseorang tentang suatu hal. Kesan<br />
pertama seseorang pada sesuatu tersebut juga akan sulit untuk dilupakan. Pemahaman tersebut menjadi hal<br />
yang umum yang akan penulis teliti, terutama dalam pengajaran bahasa Inggris di dunia pendidikan, khususnya<br />
di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetahui adakah<br />
hubungan yang signifikan antara kesan pertama siswa terhadap bahasa Inggris yang tumbuh dari guru mereka<br />
dengan prestasi pelajaran bahasa Inggris mereka. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan<br />
menggunakan angket dan dokumen. Setelah menganalisis kedua instrumen tersebut, penulis menemukan data<br />
rata-rata nilai angket adalah 68.85 dan rata-rata nilai prestasi siswa sama dengan 65.42. Kemudian penulis<br />
memasukkan data tersebut pada product mement formula dengan hasil 0.192 di bawah nilai tabel r 0.297 dan<br />
0.384 yang berarti bahwa hipotesis nol (Ho) diterima, sedangkan alternatif hipotesis ditolak. Dengan kata<br />
lain, “Tidak ada hubungan yang signifikan antara kesan pertama siswa terhadap bahasa Inggris yang tumbuh<br />
dari guru dengan prestasi mereka.</td>
	</tr>
	<tr class="row-14">
		<td class="column-1">Emyana Ruth Eritha Sirait</td><td class="column-2">LITERASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)<br />
DI KALANGAN PEJABAT PEMERINTAH DAERAH<br />
PROVINSI BENGKULU TAHUN 2007</td><td class="column-3">Information and Communication Technology (ICT) which has become main component development<br />
supporting in various sector nowadays, is used by government to increase government performance through<br />
Electronic Government program. One initial step that is needed in developing e-government is e-literacy in ICT<br />
field especially in circle of government official as organizer and user of e-government. So, this research is<br />
intended to measure government official’s ICT literacy, in case of Bengkulu Province regional official, in supporting<br />
e-government implementation in the future. The result of this research is supposed to be a reference to arrange<br />
some policy in order to increase human resource quality related to e-government. ICT literacy is related and<br />
influenced by information literacy, computer literacy, and internet literacy. The result of the research by using<br />
survey method shows that in circle of Bengkulu Province government official, information literacy is quite good,<br />
computer literacy is still low, and internet literacy is very bad, so by referring to Personal-Capabilty Maturity<br />
Model (P-CMM) model, ICT literacy in Bengkulu Province government official is placed in first level</td>
	</tr>
	<tr class="row-15">
		<td class="column-1">Handrini Ardiyanti</td><td class="column-2">STRATEGI OPTIMUM PENENTUAN PROGRAM TELEVISI<br />
APLIKASI GAME THEORY PADA PERSEPSI PEMIRSA TERHADAP<br />
PROGRAM RCTI DAN SCTV</td><td class="column-3">Strategy program is the main instrument for getting attention from beholder. Hence, in television<br />
broadcasting industry, emulation plays off beholder can be seen from a program emulation. Therefore, for assess<br />
emulation in industrial broadcasting in Indonesian this research will assess a program emulation among RCTI<br />
with SCTV with game theory applied on beholder perception for a program RCTI and SCTV. Game theory is the<br />
main instrument to analyse an emulation because game theory teaches us to decide the best action in emulation<br />
with regard competitor strategy. Results of this research are, one, new strategy is an optimum strategy for RCTI<br />
and SCTV based on attractiveness to watches and frequency watches in two choices, sinetron or news. Two,<br />
western film is the optimum strategy for RCTI based on attractiveness to watches and frequency watches in two<br />
choices, western film or investigative journalism. But for SCTV, investigative journalism is the optimum strategy<br />
for RCTI based on attractiveness to watches and frequency watches in two choices, western film or investigative<br />
journalism.</td>
	</tr>
	<tr class="row-16">
		<td class="column-1">Jeihn Novita Christanty Budiman</td><td class="column-2">HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG GAYA KEPEMIMPINAN<br />
DIREKTUR DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA DOSEN<br />
POLITEKNIK ILMU PELAYARAN (PIP) MAKASSAR</td><td class="column-3">This research was aimed: (1) to describe the perception of lecturers on director’s leadership style, (2) to<br />
describe lecturers’ working productivity, and (3) to know the correlation between the perception on director’s<br />
leadership style and lecturers’ working productivity at PIP Makassar. This research population was based on<br />
all lecturers (97) at PIP Makassar. However, the samples were randomly taken 55% from the population. The<br />
data were collected by questionnaire and interview methods, then they were analyzed by using descriptive<br />
statistics to describe the perception of lecturers on director’s leadership style and lecturers’ working productivity.<br />
The correlation between the perception of lecturers on director’s leadership style and lecturers’ working<br />
productivity was analyzed by a simple correlation. The results of this research showed that the perception of<br />
lecturers on director’s leadership style was in a high category as well as lecturers’ working productivity. By<br />
correlation analysis, it was found that there was a positive and a significant correlation (0.563) between the<br />
perception on director’s leadership style and lecturers’ working productivity at PIP Makassar.</td>
	</tr>
	<tr class="row-17">
		<td class="column-1">Eko Andryanto Prakasa</td><td class="column-2">ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PT TASPEN (PERSERO)<br />
DILIHAT DARI PERSEPSI PESERTA</td><td class="column-3">This Study aims to measure factors which have dominant influences to service quality of PT TASPEN<br />
(Persero)’s members. Further more it is used as a recommendations for PT TASPENs managerial to give an<br />
effective and efficient services. The perceptions of PT TASPEN’s member was defined by five service dimensions<br />
(Parasuraman, 2005) - Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangibility. This study used<br />
confirmatory factor estimated by weight least square method as a tool and LISREL 8.50 as the software. The data<br />
collected by survey using questionnaire. Sample size for this research is 855 respondents. And the result from<br />
this research is all dimension can reflect service quality of PT TASPEN (Persero). Assurance and responsiveness<br />
dimension have dominant factor in service quality in PT TASPEN (Persero). The company should give more<br />
attention to tangibility dimension to improve service quality</td>
	</tr>
	<tr class="row-18">
		<td class="column-1">Usman</td><td class="column-2">METODE PEMBUKTIAN KESAHIHAN HADIS</td><td class="column-3">Everyone who will convey Tradition of The Prophet (hadits) must check his integrity so that not everybody<br />
can convey hadits. Appearance fake haditses push hadits experts to specify a method for proving hadits<br />
authenticity, by checking sanad (the transmission of hadits) and matan (text of hadits). Sanad and matan are<br />
two fundamental elements on every Hadits. There is a very tightly bearing that cannot be disassociated between<br />
sanad and matan. One’s saying can be called as Hadits, if founded the existence of transmission of rawi<br />
(transmitterr) which waschronically up to the first source (Prophet Muhamad). On the contrary, the network of<br />
carriers, though to Prophet, without existence of message (text) which informed can not be called as Hadits.<br />
Existence of method for proving hadits authenticity is expected to become reference for everyone wishing to<br />
convey hadits correctly</td>
	</tr>
	<tr class="row-19">
		<td class="column-1">Gatot Teguh Rusliyanto</td><td class="column-2">NAKHODA KMP SENOPATI NUSANTARA<br />
DITINJAU DARI SEGI HUKUM</td><td class="column-3">KM Senopati was sinking on the passage from Kumai Kalimantan to Tanjung Emas Semarang, at Jepara<br />
north beach, Central Java on 29 December 2006. There were around 545 passengers on board in this accident<br />
in which hundreds of them lost their lives. Theory of sea transportation found that human error factor was the one<br />
of the causes in this casualties. At KMP SENOPATI NUSANTARA was found various awkwardness though the<br />
ship had been assumed seaworthinesxs. Intention of this research is to know any negligence factors of the<br />
Captain at KM. Senopati Nusantara casualties. The approach method applied is approach of jurisdictionalsociologist<br />
and specification of research applied is descriptive analysis qualitatively. Data used at this research<br />
are primary and secondary data. Based on the result, negligence aspect is one of the many factors of KM.<br />
Senopati Nusantara casualties. Captain was guilty because of his negligence causing many people died and<br />
performed within implementing position as occupation.</td>
	</tr>
	<tr class="row-20">
		<td class="column-1">Rita Novita</td><td class="column-2">GEOGRAFI DIALEK BAHASA MENTAWAI</td><td class="column-3">This research aims to portray the geography dialect in Mentawai Regency. The dialects in Mentawai<br />
Island are observed using dialectology approach. There were three dialects, namely: north Siberut dialect,<br />
South Siberut dialect, and Sipora-Sikakap dialect. Then, the sub-dialects found were Sipora sub-dialect and<br />
Sikakap sub-dialect. There are dialect and subdialect which are clearly seen in the map of dialect geography of<br />
Mentawai Regency</td>
	</tr>
	<tr class="row-21">
		<td class="column-1">Ikrar Pramudya</td><td class="column-2">PROYEKSI DATA MURID SMP MELALUI PENDEKATAN<br />
TEORI SISTEM MATEMATIKA<br />
DI PUSAT STATISTIK PENDIDIKAN, BALITBANG, DEPDIKNAS</td><td class="column-3">This study discusses the application of the mathematical system theory in projection of data, especially<br />
educational data. This study is done by doing discussion of relevant theory and the appropriate mathematical<br />
system models. The result of the study is the existence of mathematical system model fitting in with requirement of<br />
projection of data and projection technique for n variable done simultaneously. Excess from projection of data<br />
with this approach is a consistent result of calculation and measurable error of projection</td>
	</tr>
	<tr class="row-22">
		<td class="column-1">Sugeng Supriyono</td><td class="column-2">PERAN GENDER EGALITARIAN DAN INTENSI SUAMI<br />
MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAP ISTRI<br />
DI KELURAHAN TLOGOSARI KULON, PEDURUNGAN,<br />
SEMARANG</td><td class="column-3">The numbers of wife abuse increased because of family crisis and the beginning of marital problem. The aim<br />
of this research was to analyze the correlation between egalitarian role gender with wife abuse. Samples (N=60)<br />
were married husbands for 1–11 years, with range of age 27–40 years old, with kids, no nannies and living at<br />
Tlogosari Kulon Pedurungan Semarang. This research was carried out by using purposive sampling. Data were<br />
collected throughout scale and statistical regresion analysis. The result showed a significant correlation between<br />
egalitarian role gender with wife abuse with R Square = 0,334 at significance of 0,00 (p<0,01). It meant that<br />
high lower of intense hardness to wife, that equaled to 33,4 %, was determined by egalitarian role gender.</td>
	</tr>
	<tr class="row-23">
		<td class="column-1">Gusti Ayu Ketut Surtiari</td><td class="column-2">URBANISASI DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN<br />
DI KOTA TANGERANG</td><td class="column-3">The purpose of this article is to know the condition of the carrying capacity of Tangerang City. The<br />
background is that Tangerang City has rapidly increased in development and population growth according to<br />
its location as a Buffer zone of DKI Jakarta and a central of industry. A Buffer zone is hoped to be able to counter<br />
the high population growth in Jakarta by creating a harmonious development between Jakarta and its<br />
surroundings. Tangerang City acts as housing for commuters to Jakarta and have to accommodate migrants who<br />
want to work in Tangerang City. The development of housing and its facilities increase the utilization of natural<br />
resources such as land and water. Otherwise, the natural resources have limitation of capacity. The over utilization<br />
will encourage the risk of land degradation that can threaten a sustainable urban development. For its purpose,<br />
this article used data from BPS publication and other related sources, and it was analyzed descriptively.</td>
	</tr>
	<tr class="row-24">
		<td class="column-1">Sri Suharjo</td><td class="column-2">PENGUNGSI KERUSUHAN POSO DI KOTA PALU:<br />
KEINGINAN, HARAPAN, DAN FAKTOR–FAKTOR YANG<br />
BERPENGARUH</td><td class="column-3">Refugee is a group of people requiring particular attention. The main reason to conduct this research<br />
is the condition of Poso which has been considered to be in a safe situation, however there are still some refugees<br />
that can be found living in Kota Palu. The purpose of this study is to understand the desirse and expectation of<br />
the refugees about their future live. This is a descriptive study analyzing information collected from some refugees<br />
as key informans.</td>
	</tr>
	<tr class="row-25">
		<td class="column-1">Dewi Oktaviani</td><td class="column-2">EKSISTENSI KELEMBAGAAN DEWAN KETAHANAN NASIONAL<br />
(Hasil Kajian tentang Evaluasi Kelembagaan Non-Struktural–Fokus Pada Komisi &amp; Dewan)</td><td class="column-3">President Decree No. 101 on 1999 is the foundation to set up National Defense Council and its General<br />
Secretariate. It is inapropriate with the rules of the nation. To keep its existency National Defense Council needs<br />
to adapt to this condition. Based on this reality, this research is intended to describe clearly about the existency<br />
and the effectiveness of job description and function of National Defense Council in doing their main job in<br />
govermental system. This research used qualitative approach with explorative method.</td>
	</tr>
	<tr class="row-26">
		<td class="column-1">Riyanto</td><td class="column-2">ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI<br />
KEPUASAN KERJA GURU SMA NEGERI<br />
DI KABUPATEN SEMARANG</td><td class="column-3">The research purpose was to find out, introduce, and analyze the factors that influenced the grade of<br />
teachers’ job satisfaction at public senior high school in Semarang Regency. This research used a number of 175<br />
respondents which were selected randomly to collect primary data. Non-parametric statistics was used for data<br />
analyzing and significance finding was tested by Wicoxon test at level of 1% to 5% significance. The result<br />
showed that there were three important factors (take home pay/salary, staff development, and type of jobs) that<br />
influenced the job satisfactory of teachers. The Wilcoxon test forward each indicator of factor is resulted that is<br />
if the grade of importance>performance, so it is indicated unsatisfied and if the performance>importance, so it<br />
is indicated satisfied. The factor of outside teaching job was the only factor that affected a high motivation of<br />
teacher in teaching at public senior high school in Semarang regency. This research suggests that the work<br />
motivation influences the work performance of teachers. when a teacher has a higher motivation, it will affect in<br />
a higher work performance.</td>
	</tr>
</tbody>
</table>
<br />
<hr />Penulis : Janry Haposan U. P. Simanungkalit, Benedikta Juliatri, Widi Wulandari, Chitra Indah Yuliana, Tri Risandewi, Yulino Indra, FX. Hermawan Kusumartono, Fairul Zabadi,<br />
Akhmad Kasan Gupron, Santy Yulianti, Ratun Untoro, Syarifah Lubna, Vega F. Andromeda, Emyana Ruth Eritha Sirait, Handrini Ardiyanti, Jeihn Novita Christanty Budiman, Eko Andryanto Prakasa, Usman, Gatot Teguh Rusliyanto, Rita Novita, Ikrar Pramudya, Sugeng Supriyono, Gusti Ayu Ketut Surtiari, Sri Suharjo, Dewi Oktaviani, Riyanto<br />
<br />Dewan redaksi : Rochadi Abdulhadi, M Bashori Imron, Iroh Siti Zahroh, Elizabeth  A Widjaja, Masno Ginting, Rusdi Muchtar, Gono Semiadi, Dwi Purwoko, Tarzan Sembiring, Soebandriyo, Wahjoe Suprihantoro, M Ahkam Subroto, Tri Muji Ermayanti, Pardamean Sebayang, Endang Tri Margawati, Aswatini, Sarwintyas Prahastuti, Dodi Rosadi, Siti Kania Kushadiani, Nanik Supriyanti, J Mulawardana<br />ISSN : 1411-7932<br />Tahun Penerbitan : 2011<br />Penerbit : LIPI PRESS
<p><a href="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf/2951/widyariset12032009.jpg">widyariset12032009.jpg (8 KB)</a></p>
<p><a href="http://lipipress.com/?attachment_id=2959"><img src="http://lipipress.com/wp-content/uploads/tdomf//2951/widyariset12032009-120x150.jpg" alt="widyariset12032009.jpg (8 KB)" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lipipress.com/widyariset-vol-12-no-3-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

