Dengan latar belakang meningkatkan mutu akademik di tengah keterbatasan sumber daya, dan kurangnya dukungan lingkungan, PT diberi otonomi serta independensi untuk mengembangkan pernanya menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN). Dengan status tersebut, PT seperti ITB dan IPB tidak hanya berperan mencetak sarjana tetapi berkomitmen untuk menjadi universitas riset beberapa tahun yang akan datang. Untuk itu, PT tersebut telah melakukan pengelolaan seluruh kekayaan yang dimiliki (terutama kekayaan intelektual), namun masih terdapat keterbatasan-keterbatasan yang menyebabkan aset tersebut belum memberi nilai tambah yang optimal bagi ITB dan IPB.
Dengan menggunakan konsep Knowledge Management Scorecard, penelitian ini menganalisis strategi ITB dan IPB melalui 4 (empat) perspektif yaitu (1) perspektif intelektual; (2) perspektif sosial; (3) perspektif struktural; dan (4) perspektif humanitas.
Pada akhirnya kajian ini menghasilkan (1) peta pengelolaan knowledge ITB dan IPB; (2) identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan knowledge; (3) alternatif strategi pengelolaan knowledge untuk mencapai universitas riset.
Penulis : Nani Grace, Wati Hermawati, Ishelina Rosaida, Dian Prihadyanti
ISBN : 979-799-037-0
No. Klasifikasi : 1.4
Subyek Klasifikasi : 1. knowledge management scorecard. 2. universitas riset
Kolasi : xiii; 134hlm; 14,5×20,2cm
Tahun Penerbitan : 2006
Penerbit : LIPI PRESS

