Pengaruh Modal Sosial dalam Kemandirian Sentra Industri yang Berlokasi di Daerah Pedesaan

Penelitian ini mengkaji berbagai karakteristik modal sosial yang berada pada sentra industri kecil atau UKM yang berbeda, apakah sudah mendukung pencapaian kemandirian industri di daerah tersebut atau belum. Terkonsen¬trasinya sebagian UKM pada lokasi geografis tertentu (sentra) baik yang terbentuk secara alami ataupun sengaja dibentuk oleh pemerintah memiliki peluang untuk berkembang dan tumbuh secara mandiri karena memiliki potensi modal sosial yang cukup besar. Modal sosial yang melekat pada interaksi di antara para pelaku industri diyakini sangat penting untuk mendukung percepatan pertumbuhan industri di suatu wilayah. Dalam upaya melihat aspek modal sosial secara komprehensif pada suatu industri, maka penelitian ini difokuskan pada sentra industri yang berada pada lokasi yang diindikasikan memiliki karakter atau sumber modal sosial yang masih kuat, seperti di daerah pedesaan.

Penelitian ini dimaksudkan sebagai penelitian eksploratif yang bertujuan untuk mengidentifikasi atau menyingkap variabel-variabel penting yang membentuk modal sosial pada tiga sentra industri, yaitu industri gerabah Plered, industri komponen elektronika Kuningan, dan industri kerajinan perak Lumajang. Penetapan kasus dilakukan lebih dari satu dengan pertimbangan bahwa modal sosial merupakan suatu konstruk yang multidimensi yang terbangun dari berbagai variabel atau faktor.

Penelitian ini memetakan situasi atau gambaran umum modal sosial dalam perkembangan ketiga industri melalui dimensi modal sosial, pola interaksi pelaku UKM yang mendukung modal sosial, serta peranannya dalam kegiatan industri. Dari ketiga industri kecil tersebut, modal sosial berperan dalam mendorong interaksi dan hubungan jaringan perusahaan pada tingkat internal (within firms) saja. Peran ini terealisasi utamanya dalam menurunkan biaya pengelolaan tenaga kerja atau mengikat orang untuk bekerja di perusahaan tanpa prosedur formal yang panjang, dan penyebaran informasi melalui kedekatan keluarga/ saudara yang lebih mudah dilakukan dan lebih dipercaya seperti yang terjadi pada industri perak Lumajang. Akan tetapi, pada rentang tertentu, modal sosial yang ada tidak bisa mendorong perusahaan untuk memperluas pasar. Hal ini disebabkan perusahaan tersebut tidak terbiasa untuk terlibat kelembagaan secara formal, seperti kelembagaan pemerintah dan kelembagaan formal lainnya.


Penulis : Lutfah Ariana, Kusbiantono, Sigit Setiawan
ISBN : 979-799-042-7
No. Klasifikasi : 658
Subyek Klasifikasi : 1. usaha kecil dan menengah. 2. modal sosial. 3. knowledge management. 4. sentra industri pedesaan
Kolasi : ix; 94hlm; 14,5×20,2cm
Tahun Penerbitan : 2006
Penerbit : LIPI PRESS

Satker: Pappiptek
This entry was posted in Buku Ilmiah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>