Meskipun Indonesia merupakan negara penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia dengan kapasitas produksi sekitar 400 ribu ton per tahun, tetapi industri dalam negeri belum dapat memfaatkan secara optimal potensi tersebut. Selain itu, IPKC domestik juga mengindikasi¬kan adanya interaksi industri pengolahan kakao dan cokelat (IPKC) dari hulu hingga hilir dan banyaknya institusi dan kebijakan yang men¬dukung industri tersebut menjadi salah satu industri prioritas. Mengingat kondisi tersebut maka penelitian ini mengkaji potensi pengembangan Industri pengolahan kakao dengan menggunakan Model Diamond Poter.
Hasil pemetaan Model Diamond Porter menunjukkan bahwa klaster IPKC masih belum memiliki daya saing yang optimal. Hal ini diindikasikan oleh kurang inovatifnya IPKC akibat rendahnya tingkat persaingan dalam industri yang disebabkan oleh dominannya permintaan ekspor, dominasi IPKC pada produk kakao olahan (intermediate goods), dan terbatasnya aktivitas litbang di industri dan sistem pajak yang tidak mendukung. Selain itu, klaster IPKC mengalami keterbatasan dalam penyediaan biji kakao, modal, dan infrastruktur yang menyebabkan kurang maksimumnya pencapaian kapasitas produksi. Keterkaitan dari industri hulu (on farm) sampai hilir (off farm) cenderung lemah.
Penelitian ini juga mendapatkan fakta bahwa kebijakan pemerintah, terutama terkait regulasi perdagangan bji kakao mentah merupakan faktor yang sangat penting. Karenanya penelitian ini memberikan beberapa alternatif starategi, di antaranya penghapusan PPN. Selain itu penelitian ini juga merumuskan strategi dalam upaya penguatan interaksi antaraktor dalam klaster IPKC dan penguatan pasar domestik.
Penulis : Dedy Saputra, Setiowiji Handoyo, Sri Rahayu, Pariyo Pariyaman
ISBN : 979-799-047-8
No. Klasifikasi : 633.74
Subyek Klasifikasi : 1. klaster industri. 2. Kakao
Kolasi : xi; 116hlm; 14,5×20,2cm
Tahun Penerbitan : 2006
Penerbit : LIPI PRESS


Assalam
APakah bisa saya mendapatkan hasil kajian tersebut secara lengkap.
saya mahasiswa IPB BGR.
Terimakasih
Salam,
Silahkan anda menghubungi Tata Usaha LIPI Press atau ke Pusat Penelitian Perkembangan Iptek LIPI untuk medapatkan buku tersebut, terimakasih
saya sudah datang ke LIPI Press (jl.gondangdia lama), mendpt keterangan bhw LIPI Press hanya mencetak & tidak menerbitkan. sy diminta ke Yayasan Obor Indonesia (jl. plaju, menteng) krn buku yg dicetak LIPI Press dikirim ke YOI tuk diterbitkan & didistribusikan. dr YOI sy mendpt keterangan bhw buku ini tidak ada dlm daftar penjualannya. kemana ya kira2 sy bs memperolehnya?