| Penulis | Artikel | Abstrak |
|---|---|---|
| Hanif Fakhrurroja dan Aris Munandar | PERANCANGAN E-CALIBRATION ORDER UNTUK LAYANAN JASA KALIBRASI DI UPT BPI LIPI | Di era persaingan global yang semakin kompetitif, sebuah lembaga riset memerlukan suatu terobosan baru untuk memasarkan hasil-hasil penelitian secara cepat, tepat, murah, dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu sehingga hasil-hasil penelitian dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan perancangan aplikasi e-commerce berbasis web untuk melayani jasa kalibrasi secara online yang dinamakan e-Calibration Order. Metodologi perancangan aplikasi ini menggunakan Data Flow Diagram (DFD). Tahapan-tahapannya, yaitu analisis kebutuhan sistem, perancangan Context Diagram, perancangan DFD, dan perancangan tampilan back offi ce dan front offi ce aplikasi e-Calibration Order. Hasil dari perancangan ini adalah konsep layanan jasa kalibrasi secara online, rancangan DFD, dan prototipe aplikasi e-Calibration Order |
| Muljadi, Masno Ginting, P. Sebayang, Priyo Sardjono | PENGARUH MOLE RATIO BaO: Fe2O3 TERHADAP SIFAT FISIS DAN STRUKTUR KRISTAL DARI MAGNET PERMANEN BaO.6Fe2O3 | Telah dilakukan pembuatan magnet permanen BaO.6Fe2O3 dari bahan baku BaCl2 dan FeCl3 dengan variasi komposisi (mole ratio, n = BaO: Fe2O3 = 1: 6,2; 1: 6,0; dan 1: 5,8) melalui metode koopresipitasi dan proses sintering. Preparasi serbuk dilakukan dengan mencampur kedua bahan baku tersebut dengan aquades, diaduk menggunakan magnetic stirrer hingga larut sempurna. Larutan amonia ditambahkan sebanyak (1: 1) secara perlahan-lahan hingga larutan mencapai pH sekitar 8 dan terbentuknya endapan. Kemudian endapan tersebut disaring dan dikeringkan di dalam oven pada suhu 100oC selama 12 jam. Selanjutnya, serbuk yang telah kering dikalsinasi pada suhu 850oC selama 2 jam, dan dihaluskan dengan menggunakan mortar hingga lolos ayakan 400 mesh. Sebanyak 2% berat bahan perekat Poly Vinyl Alcohol (PVA) ditambahkan ke dalam serbuk dan kemudian dicetak kering dengan tekanan 3 ton. Dimensi sampel adalah berdiameter 22 mm dan tebal 6 mm. Proses pembakaran dilakukan menggunakan tungku listrik dengan suhu: 900,950, 1000, 1050, dan 1100OC, masing-masing pada suhu tersebut ditahan selama 2 jam. Sampel yang telah disinter kemudian dikarakterisasi sifat fi sisnya (densitas dan porositas), dianalisis struktur kristalnya dengan difraksi sinar X (XRD), sebagian sampel dimagnetisasi dan diukur histerisisnya. Dari hasil pengukuran densitas dan porositas menunjukkan bahwa kondisi optimum dicapai pada suhu sintering 1050oC dengan mole ratio n = BaO: Fe2O3 = 1: 6,2. Pada kondisi ini diperoleh densitas = 4,34 g/cm3, porositas = 3,31%, dan seluruh fase yang terbentuk adalah BaO.6Fe2O3. Hasil pengukuran sifat magnet menunjukkan bahwa untuk sampel n = BaO: Fe2O3 = 1: 6,2 memiliki Hr = 3650 Gauss, dan Hc = 600 kA/m. |
| Nurdin Bukit | SIFAT MEKANIK DAN MIKROSTRUKTUR DARI CAMPURAN RESIPRENE 35 DAN HIGH DENSITY POLYETHILENE | Telah dilakukan penelitian sifat mekanik (kekuatan tarik, kekuatan lentur) dan morfologi dari bahan campuran karet alam resiprene-35 produksi PTPN III Industri Karet Nusantara Sei Banban Sumatra Utara dan bahan termoplastik jenis HDPE. Metode pencampuran yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara, pertama resiprene-35 dilarutkan dengan toluene, kedua resiprene dihaluskan dengan ukuran 100 mesh. Kedua metode dicampur dengan HDPE dengan komposisi (10:90)wt%, (15:85)wt%, dan (20:80)wt%. Dari hasil penelitian diperoleh sifat mekanik (kekuatan tarik, kekuatan lentur) yang lebih baik terdapat pada pencampuran HDPE dengan resiprene-35 yang dilarutkan dengan toluene dibandingkan dengan campuran HDPE dan resiprene-35 berukuran 100 mesh, komposisi terbaik diperoleh pada komposisi (15:85)%wt. Demikian juga hasil analisis morfologi pada proses pencampuran HDPE dan resiprene-35 yang dilarutkan toluene distribusi partikelnya lebih homogen dibanding dengan resiprene-35 berukuran 100 mesh. |
| Natalita M. Nursam, Lia Muliani, dan Jojo Hidayat | ANALISIS PENGARUH UKURAN FOTOAKTIF TIO2 DAN ENKAPSULASI PADA SEL SURYA JENIS DYE-SENSITIZED UNTUK KONVERSI ENERGI MATAHARI | Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh dimensi lapisan fotoaktif TiO2 terhadap parameter elektrik sel surya jenis dye-sensitized (DSSC). Selain itu, juga dilakukan analisis terhadap pemilihan material enkapsulasi yang berupa glass frit untuk memonitor kestabilan jangka panjang sel surya DSSC tersebut. Kedua faktor tersebut merupakan fokus utama penelitian ini karena terkait erat dengan desain maupun fabrikasi modul surya DSSC untuk tujuan komersialisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampel dengan luas total area fotoaktif berukuran 2x2 cm2 menghasilkan arus keluaran yang paling tinggi (dengan kerapatan 3.45 mA/cm2) dibanding sampel lain yang berukuran lebih kecil. Akan tetapi, data pengukuran jangka panjang menunjukkan bahwa fi ll factor sampel berukuran 2x2 cm2 tersebut lebih cenderung terdegradasi oleh waktu dibanding sampel lainnya. Sementara itu, data hasil pengukuran karakteristik I-V secara berkala juga mengindikasikan bahwa glass frit merupakan material cukup sesuai untuk diaplikasikan sebagai sealer pada enkapsulasi DSSC sehingga merupakan kandidat material yang cukup menjanjikan untuk diaplikasikan pada modul surya DSSC. |
| Ekoputra Agung P., Dewi Nilawati, dan T. Sembiring | PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK PERTANIAN SECARA ANAEROB DENGAN DIGESTER SISTEM DUA FASE | Limbah organik pertanian umumnya memiliki nilai COD yang tinggi, sulit diurai secara aerobik sehingga lebih efektif diurai secara anaerob. Proses pencernaan anaerob memerlukan kondisi tertentu, dan sangat tergantung pada faktor lingkungan, menyangkut C/N ratio, suhu, keasaman (pH) dan macam atau tipe digester. Digester fase tunggal, seperti pada umumnya, menggabungkan proses penguraian limbah dengan produksi biogas ke dalam satu reaktor. Digester dua fase pada dasarnya memisahkan proses awal pengolahan anaerob yang meliputi hidrolisis dan acidogenesis, dan proses pembentukan biogas (metanaogenesis) ke dalam dua reaktor yang berbeda. Digester fase tunggal umumnya menghasilkan biogas dengan kandungan metana 45–60% atau setara dengan 1.000 British Termal Unit (BTU) atau 252 Kcal/0.028 m3. Indonesia memiliki limbah organik pertanian yang sangat besar, dengan demikian biogas dapat digunakan secara maksimal sebagai sumber energi alternatif. Dalam eksperimen ini, ingin diketahui seberapa efektifnya reaktor anaerob sistem dua fase, mengolah limbah organik pertanian. Hasil dari eksperimen ini diketahui sistem dua fase dapat mengolah dan menguraikan 90% beban pencemaran organik (COD), masing-masing 32% pada reaktor fase satu dan 58% pada reaktor fase dua. Biogas total yang dihasilkan sebanyak 1.100 liter selama dua bulan percobaan. |
| Rudi Subagja | PEMISAHAN ION KOBAL DARI LARUTAN NIKEL KLORIDA DENGAN CARA SOLVENT EKSTRAKSI | Pada penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk memisahkan ion kobal dari larutan nikel klorida yang mengandung ion kobal dengan cara solvent ekstraksi menggunakan pelarut organik Tri Normal Oktil Amin (TNOA). Percobaan dilakukan dalam skala laboratorium, dengan cara mencampurkan larutan nikel klorida yang mengandung ion kobal dengan TNOA dalam labu pemisah. Campuran larutan kemudian dikocok untuk periode waktu tertentu. Setelah itu TNOA dipisahkan dari larutan nikel klorida dengan cara dekantasi. Kandungan ion nikel dan kobal yang terdapat dalam larutan kemudian dianalisis dengan menggunakan “Atomic absorption spectrophotometry” (AAS). Variable percobaan yang diamati meliputi waktu pengocokan dari 30 menit sampai dengan 120 menit, pH larutan dari 2 sampai dengan 4, kecepatan pengocokan dari 20 putaran per menit (rpm) sampai dengan 80 rpm serta perbandingan volume larutan nikel klorida yang mengandung ion kobal terhadap TNOA (A/O) dari 1 sampai dengan 4. Variabel percobaan tersebut diamati pengaruhnya terhadap persen ekstraksi kobal dari larutan nikel klorida oleh TNOA. Hasil percobaan memperlihatkan 98,35% kobal dapat diekstrak oleh TNOA dari larutan nikel klorida pada temperatur kamar, perbandingan A/O sama dengan 1, pH larutan sama dengan 3, kecepatan pengocokan 60 rpm, dan waktu pengocokan 30 menit. |
| Arieyanti Dwi Astuti, Jatmiko Wahyudi, Wiharyanto Oktiawan, dan Mochtar Hadiwidodo | PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN LIMBAH LOGAM TEMBAGA (CU2+) | Salah satu cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat adanya limbah yang mengandung tembaga adalah dengan proses adsorpsi. Sekam padi dapat diproses menjadi abu yang selanjutnya dapat digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan konsentrasi tembaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan abu sekam padi pada proses adsorpsi Cu(II). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kinetika dan isoterm adsorpsi yang cocok digunakan. Penelitian dilakukan secara batch dengan mereaksikan adsorben dengan larutan CuSO4.5H2O. Massa adsorben divariasikan 10 gram, 20 gram, dan 30 gram. Hasil penelitian menunjukkan penurunan konsentrasi Cu(II) terbesar 87,8% terjadi pada perlakuan dengan menggunakan adsorben 30 gram. Persamaan isoterm adsorpsi yang cocok digunakan, yaitu model Freundlich. Persamaan kinetika adsorpsi cenderung menggunakan kinetika adsorpsi orde dua semu |
| Ridwan Arief Subekti | ANALISIS COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) PADA BERBAGAI PEMODELAN CASING TURBIN AIR TIPE PROPELLER | Sebelum membuat prototipe mesin fl uida seperti turbin air, analisis Computational Fluid Dynamics (CFD) dilakukan terhadap model mesin tersebut. Analisis tersebut dilakukan terhadap beberapa model casing turbin air tipe propeller. Casing turbin yang dianalisis berbentuk elbow dengan sudut α = 20°, 30°, 45°, dan 60°. Tujuan analisis ini adalah mengetahui performa, efi siensi, dan karakteristik fl uida yang mengalir di dalam casing turbin sehingga kita dapat menentukan bentuk casing yang terbaik. Dari hasil analisis CFD diketahui bahwa penurunan tekanan terkecil terjadi pada casing turbin berbentuk elbow dengan sudut α = 20° yang memiliki efi siensi 98,93%. Penurunan tekanan terbesar terjadi pada casing turbin berbentuk elbow dengan sudut α = 45° yang memiliki efi siensi 98,34%. |
Penulis : Hanif Fakhrurroja, Aris Munandar, Muljadi, Masno Ginting, P Sebayang, Priyo Sardjono, Nurdin Bukit, Natalita M Nursam, Lia Nilawati, Ekoputra Agung P., Dewi Nilawati, T Sembiring, Rudi Subagja, Arieyanti Dwi Astuti, Jatmiko Wahyudi, Wiharyanto Oktiawan, Mochtar Hadiwidodo, Ridwan Arief Subekti
Dewan redaksi : Tarzan sembiring, Moch Ichwan, Dyah Hardini, Goib Wiranto, Adiseno, Tigor Nauli, Elan Djaelani, Linar Z Udin, Adrin Tohari, Fauzan A, Fatimah ZS Padmadinata, Masno Ginting, Rudi Subagja, Sarwintyas Prahastuti, Siti Kania Kushadiani, Nanik Supriyanti, Euis, Junaedi Mulawardana
ISSN : 0126-1533
Tahun Penerbitan : 2011
Penerbit : LIPI PRESS Satker: UPT BIT

