Teknologi Indonesia, Volume 34, No. 2, 2011

PenulisArtikelAbstrak
Hanif Fakhrurroja dan Aris MunandarPERANCANGAN E-CALIBRATION ORDER
UNTUK LAYANAN JASA KALIBRASI DI UPT BPI LIPI
Di era persaingan global yang semakin kompetitif, sebuah lembaga riset memerlukan suatu terobosan baru
untuk memasarkan hasil-hasil penelitian secara cepat, tepat, murah, dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu sehingga
hasil-hasil penelitian dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk menjawab permasalahan
tersebut, dilakukan perancangan aplikasi e-commerce berbasis web untuk melayani jasa kalibrasi secara online
yang dinamakan e-Calibration Order. Metodologi perancangan aplikasi ini menggunakan Data Flow Diagram
(DFD). Tahapan-tahapannya, yaitu analisis kebutuhan sistem, perancangan Context Diagram, perancangan DFD,
dan perancangan tampilan back offi ce dan front offi ce aplikasi e-Calibration Order. Hasil dari perancangan ini
adalah konsep layanan jasa kalibrasi secara online, rancangan DFD, dan prototipe aplikasi e-Calibration Order
Muljadi, Masno Ginting, P. Sebayang, Priyo SardjonoPENGARUH MOLE RATIO BaO: Fe2O3 TERHADAP SIFAT FISIS
DAN STRUKTUR KRISTAL DARI MAGNET PERMANEN BaO.6Fe2O3
Telah dilakukan pembuatan magnet permanen BaO.6Fe2O3 dari bahan baku BaCl2 dan FeCl3 dengan variasi
komposisi (mole ratio, n = BaO: Fe2O3 = 1: 6,2; 1: 6,0; dan 1: 5,8) melalui metode koopresipitasi dan proses sintering.
Preparasi serbuk dilakukan dengan mencampur kedua bahan baku tersebut dengan aquades, diaduk menggunakan
magnetic stirrer hingga larut sempurna. Larutan amonia ditambahkan sebanyak (1: 1) secara perlahan-lahan hingga
larutan mencapai pH sekitar 8 dan terbentuknya endapan. Kemudian endapan tersebut disaring dan dikeringkan di
dalam oven pada suhu 100oC selama 12 jam. Selanjutnya, serbuk yang telah kering dikalsinasi pada suhu 850oC
selama 2 jam, dan dihaluskan dengan menggunakan mortar hingga lolos ayakan 400 mesh. Sebanyak 2% berat
bahan perekat Poly Vinyl Alcohol (PVA) ditambahkan ke dalam serbuk dan kemudian dicetak kering dengan
tekanan 3 ton. Dimensi sampel adalah berdiameter 22 mm dan tebal 6 mm. Proses pembakaran dilakukan menggunakan
tungku listrik dengan suhu: 900,950, 1000, 1050, dan 1100OC, masing-masing pada suhu tersebut ditahan
selama 2 jam. Sampel yang telah disinter kemudian dikarakterisasi sifat fi sisnya (densitas dan porositas), dianalisis
struktur kristalnya dengan difraksi sinar X (XRD), sebagian sampel dimagnetisasi dan diukur histerisisnya. Dari
hasil pengukuran densitas dan porositas menunjukkan bahwa kondisi optimum dicapai pada suhu sintering 1050oC
dengan mole ratio n = BaO: Fe2O3 = 1: 6,2. Pada kondisi ini diperoleh densitas = 4,34 g/cm3, porositas = 3,31%,
dan seluruh fase yang terbentuk adalah BaO.6Fe2O3. Hasil pengukuran sifat magnet menunjukkan bahwa untuk
sampel n = BaO: Fe2O3 = 1: 6,2 memiliki Hr = 3650 Gauss, dan Hc = 600 kA/m.
Nurdin BukitSIFAT MEKANIK DAN MIKROSTRUKTUR DARI CAMPURAN
RESIPRENE 35 DAN HIGH DENSITY POLYETHILENE
Telah dilakukan penelitian sifat mekanik (kekuatan tarik, kekuatan lentur) dan morfologi dari bahan campuran
karet alam resiprene-35 produksi PTPN III Industri Karet Nusantara Sei Banban Sumatra Utara dan bahan
termoplastik jenis HDPE. Metode pencampuran yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara,
pertama resiprene-35 dilarutkan dengan toluene, kedua resiprene dihaluskan dengan ukuran 100 mesh. Kedua
metode dicampur dengan HDPE dengan komposisi (10:90)wt%, (15:85)wt%, dan (20:80)wt%. Dari hasil penelitian
diperoleh sifat mekanik (kekuatan tarik, kekuatan lentur) yang lebih baik terdapat pada pencampuran HDPE dengan
resiprene-35 yang dilarutkan dengan toluene dibandingkan dengan campuran HDPE dan resiprene-35 berukuran
100 mesh, komposisi terbaik diperoleh pada komposisi (15:85)%wt. Demikian juga hasil analisis morfologi pada
proses pencampuran HDPE dan resiprene-35 yang dilarutkan toluene distribusi partikelnya lebih homogen dibanding
dengan resiprene-35 berukuran 100 mesh.
Natalita M. Nursam, Lia Muliani, dan Jojo HidayatANALISIS PENGARUH UKURAN FOTOAKTIF TIO2
DAN ENKAPSULASI PADA SEL SURYA JENIS DYE-SENSITIZED
UNTUK KONVERSI ENERGI MATAHARI
Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh dimensi lapisan fotoaktif TiO2 terhadap parameter elektrik
sel surya jenis dye-sensitized (DSSC). Selain itu, juga dilakukan analisis terhadap pemilihan material enkapsulasi
yang berupa glass frit untuk memonitor kestabilan jangka panjang sel surya DSSC tersebut. Kedua faktor tersebut
merupakan fokus utama penelitian ini karena terkait erat dengan desain maupun fabrikasi modul surya DSSC untuk
tujuan komersialisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampel dengan luas total area fotoaktif berukuran
2x2 cm2 menghasilkan arus keluaran yang paling tinggi (dengan kerapatan 3.45 mA/cm2) dibanding sampel lain
yang berukuran lebih kecil. Akan tetapi, data pengukuran jangka panjang menunjukkan bahwa fi ll factor sampel
berukuran 2x2 cm2 tersebut lebih cenderung terdegradasi oleh waktu dibanding sampel lainnya. Sementara itu,
data hasil pengukuran karakteristik I-V secara berkala juga mengindikasikan bahwa glass frit merupakan material
cukup sesuai untuk diaplikasikan sebagai sealer pada enkapsulasi DSSC sehingga merupakan kandidat material
yang cukup menjanjikan untuk diaplikasikan pada modul surya DSSC.
Ekoputra Agung P., Dewi Nilawati, dan T. SembiringPENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK PERTANIAN
SECARA ANAEROB DENGAN DIGESTER SISTEM DUA FASE
Limbah organik pertanian umumnya memiliki nilai COD yang tinggi, sulit diurai secara aerobik sehingga
lebih efektif diurai secara anaerob. Proses pencernaan anaerob memerlukan kondisi tertentu, dan sangat tergantung
pada faktor lingkungan, menyangkut C/N ratio, suhu, keasaman (pH) dan macam atau tipe digester. Digester fase
tunggal, seperti pada umumnya, menggabungkan proses penguraian limbah dengan produksi biogas ke dalam satu
reaktor. Digester dua fase pada dasarnya memisahkan proses awal pengolahan anaerob yang meliputi hidrolisis
dan acidogenesis, dan proses pembentukan biogas (metanaogenesis) ke dalam dua reaktor yang berbeda. Digester
fase tunggal umumnya menghasilkan biogas dengan kandungan metana 45–60% atau setara dengan 1.000 British
Termal Unit (BTU) atau 252 Kcal/0.028 m3. Indonesia memiliki limbah organik pertanian yang sangat besar,
dengan demikian biogas dapat digunakan secara maksimal sebagai sumber energi alternatif. Dalam eksperimen
ini, ingin diketahui seberapa efektifnya reaktor anaerob sistem dua fase, mengolah limbah organik pertanian. Hasil
dari eksperimen ini diketahui sistem dua fase dapat mengolah dan menguraikan 90% beban pencemaran organik
(COD), masing-masing 32% pada reaktor fase satu dan 58% pada reaktor fase dua. Biogas total yang dihasilkan
sebanyak 1.100 liter selama dua bulan percobaan.
Rudi SubagjaPEMISAHAN ION KOBAL DARI LARUTAN NIKEL KLORIDA
DENGAN CARA SOLVENT EKSTRAKSI
Pada penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk memisahkan ion kobal dari larutan nikel klorida yang
mengandung ion kobal dengan cara solvent ekstraksi menggunakan pelarut organik Tri Normal Oktil Amin (TNOA).
Percobaan dilakukan dalam skala laboratorium, dengan cara mencampurkan larutan nikel klorida yang mengandung
ion kobal dengan TNOA dalam labu pemisah. Campuran larutan kemudian dikocok untuk periode waktu tertentu.
Setelah itu TNOA dipisahkan dari larutan nikel klorida dengan cara dekantasi. Kandungan ion nikel dan kobal yang
terdapat dalam larutan kemudian dianalisis dengan menggunakan “Atomic absorption spectrophotometry” (AAS).
Variable percobaan yang diamati meliputi waktu pengocokan dari 30 menit sampai dengan 120 menit, pH larutan
dari 2 sampai dengan 4, kecepatan pengocokan dari 20 putaran per menit (rpm) sampai dengan 80 rpm serta perbandingan
volume larutan nikel klorida yang mengandung ion kobal terhadap TNOA (A/O) dari 1 sampai dengan
4. Variabel percobaan tersebut diamati pengaruhnya terhadap persen ekstraksi kobal dari larutan nikel klorida oleh
TNOA. Hasil percobaan memperlihatkan 98,35% kobal dapat diekstrak oleh TNOA dari larutan nikel klorida pada
temperatur kamar, perbandingan A/O sama dengan 1, pH larutan sama dengan 3, kecepatan pengocokan 60 rpm,
dan waktu pengocokan 30 menit.
Arieyanti Dwi Astuti, Jatmiko Wahyudi,
Wiharyanto Oktiawan, dan Mochtar Hadiwidodo
PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN
LIMBAH LOGAM TEMBAGA (CU2+)
Salah satu cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat adanya limbah yang mengandung tembaga
adalah dengan proses adsorpsi. Sekam padi dapat diproses menjadi abu yang selanjutnya dapat digunakan sebagai
adsorben untuk menurunkan konsentrasi tembaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan
abu sekam padi pada proses adsorpsi Cu(II). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kinetika dan isoterm
adsorpsi yang cocok digunakan. Penelitian dilakukan secara batch dengan mereaksikan adsorben dengan larutan
CuSO4.5H2O. Massa adsorben divariasikan 10 gram, 20 gram, dan 30 gram. Hasil penelitian menunjukkan penurunan
konsentrasi Cu(II) terbesar 87,8% terjadi pada perlakuan dengan menggunakan adsorben 30 gram. Persamaan
isoterm adsorpsi yang cocok digunakan, yaitu model Freundlich. Persamaan kinetika adsorpsi cenderung menggunakan
kinetika adsorpsi orde dua semu
Ridwan Arief SubektiANALISIS COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)
PADA BERBAGAI PEMODELAN CASING TURBIN AIR
TIPE PROPELLER
Sebelum membuat prototipe mesin fl uida seperti turbin air, analisis Computational Fluid Dynamics (CFD)
dilakukan terhadap model mesin tersebut. Analisis tersebut dilakukan terhadap beberapa model casing turbin air tipe
propeller. Casing turbin yang dianalisis berbentuk elbow dengan sudut α = 20°, 30°, 45°, dan 60°. Tujuan analisis
ini adalah mengetahui performa, efi siensi, dan karakteristik fl uida yang mengalir di dalam casing turbin sehingga
kita dapat menentukan bentuk casing yang terbaik. Dari hasil analisis CFD diketahui bahwa penurunan tekanan
terkecil terjadi pada casing turbin berbentuk elbow dengan sudut α = 20° yang memiliki efi siensi 98,93%. Penurunan
tekanan terbesar terjadi pada casing turbin berbentuk elbow dengan sudut α = 45° yang memiliki efi siensi 98,34%.


Penulis : Hanif Fakhrurroja, Aris Munandar, Muljadi, Masno Ginting, P Sebayang, Priyo Sardjono, Nurdin Bukit, Natalita M Nursam, Lia Nilawati, Ekoputra Agung P., Dewi Nilawati, T Sembiring, Rudi Subagja, Arieyanti Dwi Astuti, Jatmiko Wahyudi, Wiharyanto Oktiawan, Mochtar Hadiwidodo, Ridwan Arief Subekti

Dewan redaksi : Tarzan sembiring, Moch Ichwan, Dyah Hardini, Goib Wiranto, Adiseno, Tigor Nauli, Elan Djaelani, Linar Z Udin, Adrin Tohari, Fauzan A, Fatimah ZS Padmadinata, Masno Ginting, Rudi Subagja, Sarwintyas Prahastuti, Siti Kania Kushadiani, Nanik Supriyanti, Euis, Junaedi Mulawardana
ISSN : 0126-1533
Tahun Penerbitan : 2011
Penerbit : LIPI PRESS

TI34-2-2011.jpg (10 KB)

TI34-2-2011.jpg (10 KB)

Satker: UPT BIT
This entry was posted in Teknologi Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>